Ini yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Konsumsi Mi Instan

Reporter : Cynthia Amanda Male
Selasa, 25 Desember 2018 12:00
Ini yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Konsumsi Mi Instan
Mi instan memiliki kandungan sodium dan karbohidrat rafinasi yang cukup tinggi.

Dream - Harga murah, rasa nikmat dan penyajian yang mudah membuat mi instan jadi favorit banyak orang. Meski memiliki reputasi buruk bagi kesehatan, nyatanya mi instan masih memenuhi rak dapur ibu rumah tangga hingga anak kos-kosan.

Menurut penelitian, mi instan memiliki kandungan sodium dan karbohidrat rafinasi yang cukup tinggi. Masih asing dengan kata karbohidrat rafinasi?

Karbohidrat rafinasi adalah jenis karbohidrat yang melewati banyak proses pengolahan hingga jadi makanan. Proses tersebut akan menghilangkan berbagai komponen karbohidrat yang dibutuhkan tubuh, seperti serat, vitamin, dan mineral.

Intinya, karbohidrat rafinasi hanyalah butiran halus yang kandungan gizinya semakin menipis akibat pengolahan yang panjang.

1 dari 6 halaman

Efek Terlalu Sering Makan Mie Instan

Pertama, sebagian besar mi instan mengandung lebih dari 1.100 miligram sodium. Jumlah itu mendekati setengah dari maksimum sodium yang harus dikonsumsi setiap hari. Artinya, jika terlalu banyak mengonsumsi sodium dalam sekali makan mi instan, kamu akan mudah merasa haus.

 Mi Instan© © 2014 http://www.blog.umamimart.com

Kelebihan sodium akan membuat kamu selalu merasa letih dan perut terasa penuh. Kendati perut terasa penuh, tapi kamu sebenarnya tidak merasa kenyang. Hal ini lantaran mi instan mengandung banyak karbohidrat rafinasi.

Karbohidrat rafinasi pada dasarnya hanyalah kalori kosong arena hampir tidak mengandung protein atau serat di dalamnya. Nah, efek buruk terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat rafinasi ini salah satunya adalah menyebabkan kegemukan.

Mengonsumsi karbohidrat rafinasi dapat menyebabkan gula darah melonjak dan kemudian turun drastis. Hal ini membuat kamu cepat lapar dan siap untuk makan mie instan lagi, yang mengarah kepada penambahan berat badan.

2 dari 6 halaman

Mi 'Tahan Lama' dalam Perut

Hal yang paling membuat heran adalah mi instan bisa bertahan lama dalam perut dibandingkan jenis makanan yang lain. Braden Kuo, Dokter Massachusetts General Hospital, pernah melakukan penelitian tentang hal ini pada 2012.

 Yuk! Icip Mi Instan dari Berbagai Negara© MEN

Menggunakan kamera seukuran pil, Dr. Kuo merekam saluran pencernaan subjek penelitian yang makan mi instan dan mi segar. Setelah dua jam kemudian, Dr. Kuo memperlihatkan hasilnya melalui video yang diunggah secara online.

Dalam video tersebut, mi segar sudah habis dicerna di dalam usus. Sementara mie instan terlihat masih utuh di dalam usus. Meski tidak menyebutkan efeknya bagi kesehatan, tapi temuan Dr. Kuo ini cukup mengejutkan dan mengkhawatirkan.

3 dari 6 halaman

Sindrom Metabolik

Studi lain tentang efek mi instan yang dilakukan Harvard School of Public Health menunjukkan keterkaitan dengan kesehatan yang buruk.

Harvard melakukan penelitian terhadap konsekuensi mengonsumsi mi instan secara jangka panjang di Korea Selatan yang merupakan makanan pokok utama.

Mereka menemukan bahwa subjek, terutama wanita, yang makan mi instan setidaknya dua kali seminggu memiliki risiko 68 persen lebih tinggi mengalami sindrom metabolik.

 mi instan© Instagram

Sindrom metabolik merupakan kombinasi gejala penyakit yang meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung. Sedangkanya subjek yang mengonsumsi makanan alami lainnya secara konsisten tidak mengalami sindrom metabolik tersebut.

Sumber: RD.com

4 dari 6 halaman

Saking Tenarnya, Mi Instan Asal Indonesia Bikin Warga Nigeria Mau Diimunisasi

Dream – Berbagai cara dilakukan oleh pemerintah di sejumlah negara untuk memberikan imunisasi polio kepada warganya. Namun tak mudah memang, beberapa kalangan bahkan menolak imunisasi dengan berbagai alasan.

Seperti yang terjadi di Nigeria. Banyak warga di negeri yang terletak di Afrika ini menolak untuk diimunisasi polio. Mereka melakukan boikot massal setelah beredar rumor vaksin ini bisa menyebabkan kemandulan.

Dikutip dari laman Coconuts, Rabu 14 November 2018, boikot massal itu terjadi sejak 2003. Sehingga kabar burung ini membuat angka pengidap polio di Nigeria menjadi meroket.

Nigeria sebenarnya telah mencoba untuk menggalakkan vaksin polio. Namun hasilnya sama saja. Muncul lagi rumor tak sedap tentang imunisasi polio di sosial media.

Bahkan muncul kabar yang menyebut tentara menyuntikkan vaksin secara paksa kepada anak-anak. Tapi yang disuntikkan bukanlah vaksin polio, melainkan bibit penyakit monkey pox.

5 dari 6 halaman

Mi Instan Gratis

Tapi, salah satu negara bagian Nigeria, Sokoto, punya strategi tersendiri untuk mengajak warganya imunisasi polio. Pemerintah setempat yang bekerja sama dengan UNICEF, punya solusi brilian.

Pemerintah Sokoto menggunakan “ The Power of Indomie”. Bukan menggganti imunisasi dengan makan mie instan. Melainkan paket mie instan ini diberikan kepada warga yang mau diimunisasi polio.

Pemerintah Sokoto dan UNICEF membuat program imunisasi dengan imbalan paket Indomie gratis untuk anak-anak yang divaksin polio. Program ini mendorong orang tua agar anak-anaknya divaksin.

6 dari 6 halaman

Strategi Ini Sukses Besar

Pejabat imunisasi di daerah Dange-Shuni, Sokoto, Aliyu Abubakar, mengatakan, strategi ini bekerja lebih baik daripada yang direncanakan sebelumnya.

Awalnya, mereka membidik ada 58.813 anak yang diimunisasi. Faktanya, banyak orang tua yang membawa anak-anaknya ke tempat imunisasi agar bisa mendapatkan paket mie instan.

“ Bahkan, kami melebihi target harian,” kata Aliyu dikutip dari The Daily Nigerian.

Karena berhasil, rencananya program ini akan diperluas ke wilayah lain di Nigeria.

Petugas imunisasi lainnya, Isa Aminu, mengaku senang karena program vaksinasi berjalan dengan baik. Program imunisasi tidak ditolak karena para pemimpin agama tradisional dan pemimpin masyarakat mendukunh imunisasi polio.

Sayangnya tak dijelaskan berapa anak yang telah divaksin polio dengan strategi ini.

Ngomong-ngomong, kalau strategi ini diterapkan di Indonesia, apakah akan sukses juga?

Beri Komentar