6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Aksel-Tech.Blogspot
Posisi badan saat makan ternyata cukup penting buat kesehatan maupun adab kesopanan. Makan dengan posisi badan bersandar ke dinding, kursi ataupun bantal termasuk yang tidak dianjurkan. Selain karena alasan kesehatan, posisi makan itu juga tidak disarankan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.
Apa pasal? Makan dengan posisi bersandar rupanya bisa membuat seseorang sanggup melahap hidangan lebih banyak. Alhasil, dia akan kekenyangan setelah makan. Makan sambil bersandar menggambarkan posisi duduak orang yang hendak makan dengan lahap.
Dan kondisi makan yang berlebih alias kekenyangan itu sangat tidak baik untuk kesehatan. Sedangkan Nabi, tidak pernah makan banyak, melainkan hanya secukupnya. Cukup untuk menyambung hidup.
Selain posisi bersandar yang tidak dianjurkan, ada lagi 2 posisi bersandar lain yang sebaiknya dihindari. Pertama, bersandar dengan perut diatas alias makan sambil tiduran. Posisi seperti ini merupakan posisi makan yang paling jelek karena dapat mengganggu jalannya makanan masuk ke pencernakan.
Terakhir, makan sambil duduk bersandar di atas kedua paha dengan menyilangkan kedua kaki di depan, atau duduk bersila. Duduk seperti ini merupakan gaya duduk para penguasa lalim saat itu. Dan, Nabi enggan duduk dengan gaya penuh keangkuhan seperti itu.
Lalu posisi makan seperti apa yang pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW. Yakni, makan dengan posisi badan tegak atau agak miring sedikit ke depan merupakan sebagian dari adab Rasulullah. Ketika makan, Beliau tidak menyandarkan badannya ke dinding, kursi ataupun bantal. Posisi makan Rasul yakni dengan duduk seperti seorang hamba dan tidak bersandar. (Dari berbagai sumber/ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
