Jangan Takut, Tak Semua Lemak Itu Jahat

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Jumat, 25 Januari 2019 12:43
Jangan Takut, Tak Semua Lemak Itu Jahat
Lemak jenuh memang merupakan biang penyakit. Namun berbeda dengan lemak nabati dan lemak tidak jenuh tunggal.

Dream - Ketika makan enak, biasanya kamu langsung tegang kalau mendengar kata lemak. Komponen ini sering dijauhi banyak orang.

Berbagai upaya dilakukan demi mengurangi lemak. Aneka jenis diet mulai bermunculan. Padahal, kita tidak tahu apa yang dibutuhkan oleh tubuh.

Faktanya, tubuh membutuhkan sekitar 2.000 kalori setiap harinya. Lemak menyumbang sebesar 30 persen. Kekurangan lemak justru menyebabkan hormon tidak seimbang.

" Banyak yang gak paham pola makan seimbang. Kalau lemak gak masuk ke dalam rutinitas keseharian akan banyak masalah muncul. Bukan lemaknya yang jelek, tapi kamu yang pilih lemak jelek," kata Nutrisionis Emilia Ahmadi di acara Masak Bersama Bertolli, Jakarta, Kamis kemarin.

Emilia memaparkan, tidak semua lemak bersifat jahat. Lemak jenuh memang merupakan biang penyakit. Namun berbeda dengan lemak nabati dan lemak tidak jenuh tunggal (mono unsaturated fatty acid).

Lemak nabati berasal dari berbagai jenis tumbuhan seperti jagung dan kacang-kacangan. Sementara lemak tidak jenuh tunggal hanya bersumber dari buah zaitun.

" Minyak zaitun antioksidannya tinggi. Mereka melindungi tubuh dari radikal bebas. Sebagai anti inflamasi pencegah radang tenggorokan, sakit persendian dan infeksi lainnya," ujarnya.

Pastikan untuk selalu memenuhi asupan lemak. Kamu bisa memakai minyak zaitun untuk memasak. Jenisnya dapat diesuaikan dengan kebutuhan.

Virgin olive oil sangat cocok dimakan mentah seperti untuk salad dressing. Jika memasak, gunakan minyak zaitun jenis mild atau extra light. Keduanya mampu bertahan di suhu yang lebih tinggi. (ism)

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis