Kadar Karbon Dioksida Dalam Ruangan Pengaruhi Kinerja Otak

Reporter : Ramdania
Sabtu, 19 Desember 2015 17:35
Kadar Karbon Dioksida Dalam Ruangan Pengaruhi Kinerja Otak
Terlalu lama di dalam ruangan dengan kadar karbondioksida yang banyak bisa mengurangi kinerja kognitif otak.

Dream - Sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan Oktober melaporkan bahwa karyawan menunjukkan penurunan fungsi kognitif secara signifikan setelah menghabiskan waktu di lingkungan kantor yang disimulasikan mengandung konsentrasi karbon dioksida dan senyawa organik volatil yang tinggi.

Sebaliknya, dalam kondisi yang disimulasikan sebagai sebuah bangunan ramah lingkungan - dengan banyak ventilasi - pekerja menunjukkan kinerja kognitif yang lebih tinggi.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Health Perspectives itu dipimpin oleh peneliti kesehatan lingkungan Harvard Joseph Allen bekerja sama dengan SUNY Upstate Medical School dan Syracuse University.

Allen merancang penelitian tersebut untuk meniru 'kondisi yang biasa ditemui setiap hari di banyak lingkungan dalam ruangan'.

" Kami melihat nilai kinerja kognitif meningkat dua kali lipat dalam lingkungan yang hijau, dan semakin meningkat dengan banyak ventilasi," kata Allen seperti dikutip dari Gulf News, Sabtu, 19 Desember 2015.

Dalam studi yang dilakukan di gedung Center of Excellence in Environmental and Energy Systems di kampus Syracuse University, 24 profesional menghabiskan enam hari melakukan pekerjaan rutin mereka secara penuh di dalam ruang kantor percobaan. Ruang kantor itu dilengkapi dengan internet, printer, telepon dan sebagainya - segala fasilitas yang biasa ditemui dalam sebuah ruang kantor.

Pada setiap jam 3:00 sore, subjek diberi tes selama 1,5 jam yang disebut Strategic Management Simulation, yang menguji 'pengambilan keputusan tingkat tinggi'. Jadi subjek harus mencari cara untuk menangani masalah sulit seperti berperan sebagai walikota atau koordinator keadaan darurat untuk menangani sebuah kota.

Tanpa diketahui para subjek, peneliti memanipulasi kondisi lingkungan dalam ruangan di mana mereka bekerja. Kadang-kadang, peneliti mengatur kadar senyawa organik volatil - termasuk formaldehida, benzaldehida dan asetaldehida - lebih tinggi atau lebih rendah.

Dan kadang-kadang, dibuatkan ventilasi udara luar yang besar atau kecil dalam ruang kantor percobaan. Tingkat karbon dioksida dalam ruang itu juga bervariasi, dari 550 parts per million (ppm) hingga 945 ppm sampai setinggi 1.400 ppm.

Tujuannya adalah untuk mensimulasikan kondisi bangunan konvensional versus bangunan ramah lingkungan. Dan studi menemukan efek besar pada kondisi ruangan dalam uji kinerja.

Skor fungsi kognitif terlihat lebih tinggi dalam kondisi bangunan ramah lingkungan dibandingkan dengan kondisi bangunan konvensional untuk sembilan domain fungsional, seperti respon krisis, penggunaan informasi, dan strategi.

Tingkat karbon dioksida, khususnya, memiliki pengaruh besar. " Skor fungsi kognitif 15 persen lebih rendah saat kantor disimulasikan mengandung karbon dioksida 945 ppm dan 50 persen lebih rendah dengan konsentrasi CO2 sekitar 1.400 ppm," tulis para peneliti.

" Kita menghabiskan 90 persen dari waktu kita di dalam ruangan, namun kita sering mengabaikan kualitas lingkungan dalam ruangan karena ini masalah kesehatan masyarakat yang penting," kata Allen.

Beri Komentar
Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri