Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Foto: Ilustrasi/Styrofoam
Dream – Membeli makanan untuk dibawa pergi seringkali kita lakukan. Biasanya oleh si penjual kemudian akan membungkus pesanan kita dengan styrofoam.
Penggunaan styrofoam lazim digunakan selama ini karena bahannya yang praktis, ringan, dan bisa digunakan berulang-ulang.
Namun sekarang styrofoam mulai ditinggalkan. Di Bandung bahkan penggunaan styrofoam sebagai kemasan makanan sudah dilarang.
Alasan pelarangan adalah karena dibalik kepraktisan stryrofoam, ada bahaya besar yang mengintai. Kandungan yang terdapat di dalam bahan pembuatannya seperti benzene, carsinogen, styrene akan bereaksi saat terkena makanan, terutama uap panas makanan.

Foto: Ilustrasi/Styrofoam
Benzene jika tersimpan dan terakumulasi maka dapat menimbulkan kerusakan pada sumsum belakang dan anemia.
Carsinogen telah terbukti mengakibatkan kanker. Styrene yang menyebabkan stress dan gejala syaraf bahkan bisa larut dalam ASI dan bermigrasi ke janin melalui plasenta pada ibu-ibu yang sedang hamil.
Mungkin Sahabat Dream sekarang berpikir, kalau sudah terlanjur menggunakan styrofoam, bagaimana dong? Jangan panik, yang penting adalah mulai sekarang kita berusaha menghindarinya.

Foto: Ilustrasi/Styrofoam
Sebagai gantinya, Sahabat Dream bisa membawa kotak makanan sendiri dari rumah. Selain lebih aman juga ramah lingkungan karena mengurangi sampah kemasan.
Untuk mengeluarkan zat-zat berbahaya yang sudah terlanjur masuk ke dalam tubuh, Sahabat Dream dapat melakukan terapi infra red dengan menggunakan sinar matahari pagi.
Caranya cukup dengan berjemur selama 5–10 menit di bawah sinar matahari pada jam 7-8 pagi.
Tetapi bagaimana jika karena faktor kesempatan kita tidak menikmatinya? Sahabat Dream tidak perlu kuatir karena ada alat bantu buatan Hyundai Medical Korea yang akan memberikan kita paparan sinar infra merah jarak jauh yang biasa kita dapatkan di sinar matahari saja tetapi juga terapi ion negatif yang biasa kita nikmati di daerah pegunungan plus tiga manfaat lainnya.
Seperti apakah? Yuk lihat bentuknya di sini.

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang