Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Kebiasaan yang telah dilakukan secara turun temurun pada laki-laki saat buang air kecil umumnya dilakukan sambil berdiri. Banyak di antara orangtua yang menyuruh si anak untuk buang air kecil sambil berdiri dimaksudkan agar lebih praktis dan cepat. Sedangkan wanita pada umumnya lebih identik dengan cara jongkok atau duduk.
Dalam ajaran agama islam telah dijelaskan bahwa nabi melarang seseorang untuk buang air kecil sambil berdiri. Adapun adab dan manfaat kesehatan yang telah dikemukaan oleh para ahli yang juga membenarkan buang air kecil lebih baik dilakukan dengan jongkok.
Pengeluaran urine dari dalam tubuh merupakan proses alami sebagai metabolisme tubuh untuk mengeluarkan zat-zat beracun. Adapun tipe-tipe untuk mengetahui jenis urine dan bau yang dimiliki. Misalnya saja urine yang memiliki warna wajar dan tidak berbau bisa dikatakan dalam kondisi normal dan sehat. Namun sebaliknya jika warnanya sangat pekat dan berbau maka bisa dikatakan bahwa kesehatan tubuh orang tersebut dalam keadaan tidak sehat.
Dalam Al-qur'an juga telah dijelaskan mengenai larangan buang air kecil berdiri. Jika dilihat dari sudut syariat agama, seseorang yang akan menjalankan ibadah haruslah dalam keadaan suci dan bersih.
Jika seseorang mandi sekaligus mengeluarkan urine. Melakukan kencing saat berdiri akan menimbulkan rasa tidak puas terutama bagi pria. Sisa air seni itu akan terselip dibatang zakar, kantung dan telurnya. Jadi, meskipun seseorang sudah berwudhu, sholatnya tidak sah karena masih ada sisa air seni yang belum dikeluarkan.
Jika dilihat dari pandangan media, Jika pria melakukan kencing sambil berdiri akan menimbulkan resiko batu ginjal. Sisa-sisa air seni akan tidak terbuang dan mengeras pada buah zakar. Bahkan sisa air seni itu akan membuat otot-otot paha dan buah zakar mengendur. Hal ini disebabkan karena sisa air seni yag terkumpul dan mengendap.
Hal yang perlu dilakukan baik pria maupun wanita saat buang air kecil dengan cara jongkok sambil beberapa kali berdehem. Hal itu dilakukan agar memompa sisa air kencing dalam zakar terus mengalir.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya