Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Daily Mail)
Dream - Saat sulit tidur, membaca buku merupakan salah satu pilihan untuk membuat mata cepat lelah. Bahkan, untuk sebagian orang, membaca sebelum tidur telah menjadi 'ritual' wajib. Baik membaca buku cetak maupun buku elektronik atau e-book.
Lantas, mana yang lebih baik untuk dibaca sebelum tidur, buku cetak atau e-book? Sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari Penn State dan Harvard University mendapati penggunaan alat elektronik tepat sebelum tidur bisa mengacaukan kualitas tidur Anda.
Sekitar 12 anak muda yang dipilihan secara acak dan diketahui rutin membaca buku elektronik sekitar empat jam sebelum tidur hanya bisa tidur pulas dengan durasi lebih sedikit. Hal tersebut karena cahaya biru yang ditransmisikan perangkat elektronik mengganggu ritme tubuh alami.
" Kita harus tahu apa dampak dari berbagai peralatan elektronik terhadap kesehatan kita secara keseluruhan," ungkap peneliti yang juga asisten profesor kesehatan biobehavioral di Penn State, Anne-Marie Chang seperti dilansir Dailymail.
Riset yang dilakukan selama dua minggu tersebut juga memungkinkan para anak muda untuk membaca buku cetak. Hasilnya, peneliti melihat adanya perbedaan kadar melatonin yaitu hormon yang mengatur pola bangun dan tidur antara mereka yang membaca buku cetak dan e-book.
Penelitian yang diterbitkan di Proceedings of National Academy of Sciences mendapati mereka yang terbiasa baca buku elektronik baru bisa tidur 10 menit lebih lambat. Mereka juga merasakan mengantuk lebih lama sehingga memaksa otak tetap bekerja.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya