AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Ilustrasi
Dream - Masa liburan memang menjadi momen yang menyenangkan. Tapi perlu hati-hati juga terhadap kesehatan. Menurut Ketua II Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Aman B. Pulungan, masa liburan dapat memicu beberapa penyakit.
" Masa liburan juga harus hati-hati, terkadang pola makan juga tidak terkontrol. Banayk makanan manis dan kadang orangtua berikan saja karena liburan, nah ini bisa rentan penyakit salah satunya diabetes tipe 1," kata Aman kepada Dream.co.id, Senin 29 Desember 2014.
Data registrasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan kecenderungan diabetes tipe 1 pada anak cenderung naik di masa liburan panjang anak sekolah.
" Kecenderungan diabetes tipe 1 anak terjadi pada masa liburan anak yaitu Juni-Juli dan Desember-Januari. Peran orangtua sangatlah penting, tetaplah memperhatikan makanan yang diberikan kepada buah hati," ujar dia lewat sambungan telepon.
Ia juga menjelaskan kadar gula darah yang normal pada anak sama dengan kadar gula darah normal bagi dewasa, yakni berkisar 100-140 mg/dl. " Pola makan yang tidak sehat saat liburan asupan makanan yang tidak dijaga yang memicu obesitas dan mengarah pada diabetes, diatur sebisa mungkin agar kadar gula darah tetap stabil," jelasnya.
Pemeriksaan gula darah pada anak perlu dilakukan agar cepat mengatasi bila hasilnya mengkhawatirkan. " Anak-anak yang memiliki faktor risiko diabetes, misalnya anak yang sangat gemuk harus diperiksa kadar gula darahnya," kata Aman.
Setiap tahunnya kadar gula darah anak perlu dikontrol, dan orangtua berperan penting untuk mengawasi asupan makanan dan aktivitas anak. " Setiap tahun kesehatan anak perlu dicek, tes dilakukan dengan membawa urin anak ke ahlinya untuk dicek kadar gula darahnya," paparnya.
Aman mengatakan, Indonesia diprediksi menempati urutan ke 6 di dunia terkait penderita diabetes pada 2030. " Indonesia di tahun 2010 berada pada posisi 9 dan akan naik ke posisi 6 pada 2030 prediksi Diabetes Atlas IDF 2010, untuk itu sebaiknya para orangtua harus lebih teliti dan waspada lagi."
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli