Kondisi Ekstrem yang Dialami Penderita Bipolar

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 17 April 2018 17:30
Kondisi Ekstrem yang Dialami Penderita Bipolar
Untuk penyebab bipolar disorder sampai saat ini belum diketahui secara pasti

Dream - Penyakit Bipolar sebelumnya tak begitu akrab di telinga masyarakat Indonesia. Banyak yang penasaran soal penyakit mental ini ketika satu persatu pesohor dunia mengungkap menjadi salah satu pengidap bipolar.

Kalangan selebriti Hollywood seperti Sinead O'Connor, Demi Lovato, Catherine Zeta-Jones dan Mariah Carey adalah sedikit nama pesohor pengidap bipolar. Di Indonesia, aktris Marshanda diketahui mengalami penyakit ini.

Bipolar adalah penyakit mental yang membuat penderita mengalami perubahan kondisi perasaan/mood secara ekstrem dalam waktu yang berdekatan.

Penderitanya, seperti dikutip dari Healthline, bisa sangat bahagia, penuh semangat, hingga melakukan hal-hal yang di luar kendali. Namun setelah itu, si pengidap bisa begitu sedih, mengarah ke depresi hingga kadang muncul keinginan untuk bunuh diri.

Penyebab bipolar disorder sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Namun jika ditilik dari aspek psikiatri, seperti dikutip dari Alo Dokter, bipolar diduga muncul akibat ketidakseimbangan neurotransmitter di dalam otak. Neurotransmitter adalah senyawa organik endogenus membawa sinyal di antara neuron.

Neurotransmitter meliputi dopamine, serotonin, dan noradrenaline yang memiliki fungsi mengendalikan fungsi-fungsi otak. Dugaan bahwa gangguan bipolar dipengaruhi oleh ketidakseimbangan neurotransmitter diperkuat dengan bukti medis, yaitu ketika seseorang memiliki kadar noradrenaline terlalu rendah sehingga memicu episode depresi. 

Sebaliknya, ketika kadar noradrenaline terlalu tinggi, maka yang muncul adalah episode mania. Pendapat sebagian ahli lainnya mengatakan bahwa gangguan bipolar berkaitan dengan genetika yang diwariskan dari orang tua dan faktor lingkungan di mana seseorang dibesarkan.

Untuk gejala yang paling menonjol adalah perubahan suasana hati yang drastis. Kadang disertai halusinasi. Saat berada dalam fase yang disebut mania, penderita bipolar berbicara dengan cepat dan merasa punya banyak ide atau rencana-rencana yang rumit.

Lalu ketika masuk ke fase depresi, mereka akan merasa sangat sedih dan bersalah. Untuk diagnosis sendiri perlu dilakukan serangkaian tes oleh seorang psikiater. Baik berupa tes wawancara dan pemindaian otak. Nantinya pengobatan dan terapi yang diberikan akan dilakukan berdasarkan hasil tes tersebut.

(Sah)

 

Beri Komentar