Kondisi Jari Kaki Meghan Markle Jadi Sorotan, Mengapa Beda?

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 19 Desember 2018 15:15
Kondisi Jari Kaki Meghan Markle Jadi Sorotan, Mengapa Beda?
Rupanya, istri Pangeran Harry ini memiliki kondisi jari kaki yang unik dan cuma dialami 20 persen orang di dunia.

Dream - Bukan jadi rahasia lagi jika apa yang dilakukan dan digunakan oleh Meghan Markle menjadi sorotan dunia. Baru-baru ini, kaki Meghan menjadi sorotan saat sang putri menggunakan alas kaki yang memperlihatkan jari-jari kakinya.

Terlihat jari telunjuk kaki Meghan lebih panjang dari jempolnya. Kondisi ini disebut sebagai jari kaki morton.

" Kondisi ini ditemukan lebih dari 20 persen populasi penduduk dunia," ujar Jacqueline Sutera, DPM, ahli Lab Vionic Innovation dan ahli penyakit kaki di City Podiatry di New York City, seperti dikutip dari Health.

Jari kaki morton adalah kondisi genetik yang tidak perlu dikhawatirkan. Pada jari kaki ini tekanan telunjuk kaki akan lebih besar daripada jempol kaki.

Efeknya bisa menimbulkan rasa sakit pada beberapa orang. Tekanan yang besar juga akan membuat timbulnya kapalan pada telunjuk kaki yang akan membuat tidak nyaman.

" Kerusakan kuku, kuku yang tumbuh ke dalam, dan cedera kuku juga sangat umum karena memiliki jari kaki kedua yang lebih panjang, terutama jika memakai sepatu hak tinggi, runcing, sempit, sepatu ketat," jelas Sutera.

1 dari 1 halaman

Picu Rasa Nyeri

Jika muncul rasa sakit akibat kondiri jari kaki morton maka perlu diperhatikan jenis alas kaki yang digunakan. Pastikan telunjuk kaki memiliki cukup ruang untuk bergerak.

 Meghan Markle© shutterstock.com

" Pada saat pergi ke toko sepatu sangat umum mengukur panjang jempol kaki. Perlu juga mengukur jari kaki terpanjang. Memasukkan telunjuk kaki yang lebih panjang dengan alas kaki yang tidak pas akan menyebabkan rasa sakit," ujar Sutera

Seseorang yang memiliki jari kaki morton beresiko memiliki jari kaki membengkak dandapat bengkok secara permanen. Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli ortopedi jika muncul rasa sakit terus menerus.

(Sah, Laporan Ava Haprin/ Health)

Beri Komentar