Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pergi ke benua lain yang zona waktunya sangat berbeda selalu memunculkan masalah tidur atau jet lag. Rasa kantuk akan datang di siang hari, sementara mata tetap terjaga hingga dini hari.
Profesor Ravi Allada dari Universitas Northwestern, Amerika Serikat mengungkap kalau hal tersebut bisa jadi salah satu pertahanan tubuh untuk menjaga kerja otak.
Ia melakukan penelitian terhadap lalat buah yang memiliki penyakit Huntington, yaitu penyakit yang merusak kerja otak dan lebih parah dari Parkinson.
"Normalnya lalat buah bangun dan tidur selama siklus 24 jam. Pada lalat dengan Huntington tak ada ritme khusus. Lalat bangun dan tidur sepanjang waktu," ungkap Allada seperti dikutip dari Iflscience.com.
Allada menempatkan lalat dengan gen penyakit Huntington di kandang dengan lampu menyala dan mati selama siklus 20 jam.
Membuat para lalat tersebut mengalami jet lag permanen. Lalat lain yang normal dibuat mengikuti pengaturan jam sirkadian.
Hasilnya, bukan membuat lalat dengan Huntington lebih buruk, rupanya kedua lalat mengalami perlindungan parsial. Sel pada otak lalat ternyata mengakumulasi lebih sedikit protein yang terkait dengan penyakit Huntington dan neuron mereka hidup lebih lama.
"Berlawanan dengan intuisi, hasilnya menunjukkan bahwa sedikit stres baik bagi otak lalat dan tampaknya jadi pelindung saraf," ujar Allada.
Menurut Allada memang kondisi lalat dan manusia jauh berbeda. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek jet lag pada manusia, tapi penelitian ini bisa jadi awal teori kalau jet lag tak selalu berdampak negatif. (ism)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?