Makanan Prasmanan Berisiko Ganggu Pencernaan?

Reporter : Kusmiyati
Rabu, 18 Maret 2015 10:45
Makanan Prasmanan Berisiko Ganggu Pencernaan?
Tak tanggung-tanggung, peringatan ini langsung diberikan Kepala Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)

Dream - Tradisi menyantap makanan prasmanan atau penyajian dalam jumlah besar sudah jadi hal lumrah dalam setiap hajatan Indonesia. Namun ternyata, tradisi yang dianggap hal sepele ini bisa berdampak negatif untuk kesehatan tubuh.

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Dr Ir Roy Alexander Sparingga, MApp Sc mengatakan tradisi ini berisiko memicu gangguan kesehatan pencernaan.

" Makanan prasmanan saat hajat besar menjadi faktor yang paling sering memicu gangguan kesehatan pencernaan seperti diare atau bahkan keracunan," ujar Roy, Rabu 18 Maret 2015.

Menurutnya makanan yang dibiarkan begitu saja tanpa ada pemanasan akan memicu berkembangnya mikroba patogen dan spora.

Kondisi ini terkadang memicu ditemukannya kasus diare atau keracunan saat mengomsumsi makanan saat hajat besar. " Makanan dalam jumlah banyak tanpa dipanaskan itu membuat mikroba patogen berkembang, begitu juga spora. Ini yang membuat adanya kasus keracunan saat hajatan," tuturnya.

Penyajian makanan yang aman masuk ke dalam lima kunci keamanan pangan, suhu sangat mempengaruhi kualitas pangan.

" Sajikan pangan harus sesuai dengan aturan suhunya, kalau bahan pangan panas ya harus disajikan panas. Dan pangan dingin harus disajikan dingin juga, untuk melindungi keamanan pangan," ujarnya.

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup