Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (merdeka.com)
Dream - Tradisi menyantap makanan prasmanan atau penyajian dalam jumlah besar sudah jadi hal lumrah dalam setiap hajatan Indonesia. Namun ternyata, tradisi yang dianggap hal sepele ini bisa berdampak negatif untuk kesehatan tubuh.
Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Dr Ir Roy Alexander Sparingga, MApp Sc mengatakan tradisi ini berisiko memicu gangguan kesehatan pencernaan.
" Makanan prasmanan saat hajat besar menjadi faktor yang paling sering memicu gangguan kesehatan pencernaan seperti diare atau bahkan keracunan," ujar Roy, Rabu 18 Maret 2015.
Menurutnya makanan yang dibiarkan begitu saja tanpa ada pemanasan akan memicu berkembangnya mikroba patogen dan spora.
Kondisi ini terkadang memicu ditemukannya kasus diare atau keracunan saat mengomsumsi makanan saat hajat besar. " Makanan dalam jumlah banyak tanpa dipanaskan itu membuat mikroba patogen berkembang, begitu juga spora. Ini yang membuat adanya kasus keracunan saat hajatan," tuturnya.
Penyajian makanan yang aman masuk ke dalam lima kunci keamanan pangan, suhu sangat mempengaruhi kualitas pangan.
" Sajikan pangan harus sesuai dengan aturan suhunya, kalau bahan pangan panas ya harus disajikan panas. Dan pangan dingin harus disajikan dingin juga, untuk melindungi keamanan pangan," ujarnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya