Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Ilustrasi (www.newyou.com)
Dream - Mengapa manusia dan mamalia lain memiliki bulu mata? Para ahli selama bertahun-tahun telah bergulat dengan teori tersebut.
Sejumlah ahli menyebut bulu mata adalah penangkap debu, menjerat benda yang terpantul ke mata. Sebagian lagi berpendapat bulu mata adalah sensor, bertindak seperti kumis milik kucing yang berfungsi memperingatkan mata tentang adanya bahaya lain.
Bahkan ada peneliti yang mengatakan bulu mata adalah kelengkapan fisik untuk menarik lawan jenis secara seksual.
Namun David Hu dan timnya di Georgia Institute of Technology, Atlanta, Amerika Serikat punya alasan lebih ilmiah. Bulu mata berfungsi meminimalkan aliran udara ke sekitar mata agar mata terlindung dari partikel, bakteri, virus dan tungau.
Selain itu, bulu mata juga mencegah lapisan pelindung air mata di bola mata dari kekeringan.
Berbeda dengan rambut di hidung dan saluran pernapasan yang bertindak sebagai perangkap fisik, bulu mata bertindak sebagai 'sistem pengendali debu pasif'.
" Bulu mata mengurangi penguapan dan menangkal partikel hingga 50 persen," kata Hu dilansir Al Arabiya, Kamis 26 Februari 2015.
Untuk menggali teka-teki seputar bulu mata, tim Hu mengukur bulu mata dari 22 spesies mamalia, mulai dari landak hingga manusia.
Pada semua spesies yang diteliti, Hu menemukan panjang bulu mata adalah sekitar sepertiga dari lebar mata. Ukuran yang dianggap optimal untuk meminimalkan aliran udara di atas permukaan mata tanpa menghalangi penglihatan.
Bahkan binatang seperti jerapah memiliki beberapa lapisan bulu mata untuk menghalau debu yang terbang ke mata di lingkungan yang kering.
Hu kemudian membuat sebuah terowongan angin kecil dengan replika mata mamalia pada salah satu ujungnya.
Mata palsu tersebut terbuat dari piringan berdiameter 2 cm dengan lapisan air tipis yang dikelilingi oleh bulu mata imitasi.
Angin kemudian ditiupkan dan diarahkan pada mata. Tim menemukan bulu mata imitasi menjauhkan aliran udara dari piringan, mencegah penguapan dan membelokkan partikel.
Percobaan tersebut mendukung pengamatan medis selama ini bahwa orang-orang yang tidak memiliki bulu mata memiliki risiko tinggi terhadap infeksi optik yang disebabkan oleh mata kering.
Penelitian ini juga menyatakan bahwa penggunaan bulu mata palsu bisa menjadi senjata melawan 'mata kering'.
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?