Mengenal Bedah Bariatrik, Solusi Akhir untuk Pasien Obesitas

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Kamis, 14 Maret 2019 18:44
Mengenal Bedah Bariatrik, Solusi Akhir untuk Pasien Obesitas
Jika sudah mengancam nyawa, bedah bariatrik terpaksa harus dilakukan.

Dream - Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan hal yang paling ditakuti setiap orang. Tak hanya merusakn penampilan, obesitas juga menjadi sumber dari berbagai penyakit mematikan.

Obesitas pada dasarnya dapat diatasi dengan mengubah pola makan dan olahraga. Namun jika sudah mengancam nyawa, bedah bariatrik terpaksa harus dilakukan.

" Kalau Indeks Masa Tubuh (BMI) sudah tinggi sekali di atas 40 kg/m2, satu-satunya jalan adalah dengan prosedur bedah. Kalau masih di bawah 27,5 tidak dianjurkan untuk bedah bariatrik," tutur Peter Ian Limas, Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestive RSPI.

Berbeda dengan bedah kosmetik yang hanya memperbaiki penampilan, bedah bariatrik bekerja lebih dalam dan hanya digunakan sebagai solusi akhir bagi pasien obesitas.

Bedah bariatrik bekerja dengan mengatasi rasa lapar, memodifikasi saluran cerna dan profil hormon serta mengurangi penyerapan kalori. Namun perlu diingat bahwa bedah bariatrik tidak bisa menyelesaikan semua masalah.

" Ini bukanlah peluru emas, tidak bisa selesai tuntas persoalannya. Dietnya harus diketatkan pasca operasi. Tiga hari pertama hanya minum air putih, dua minggu kemudian minum susu dan dua minggu setelahnya makan makanan lunak," paparnya.

2 dari 4 halaman
asset dream.co.id
Beri Komentar
TOP 3 Gara-Gara BTS, Menara Seoul jadi Ungu