Ngeri, Sifilis Stadium Akhir Bisa Menyerang Otak

Reporter : Cynthia Amanda Male
Kamis, 13 Februari 2020 07:12
Ngeri, Sifilis Stadium Akhir Bisa Menyerang Otak
Cari tahu pemicunya.

Dream - Sifilis merupakan penyakit menular seksual yang penderitanya kerap tak menyadari. Gejalanya antara lain luka di area intim, mulut atau dubur yang disertai munculnya ruam.

Kondisi tak boleh dianggap sepele. Bukan hanya memicu masalah di kulit, sifilis atau yang dikenal dengan penyakit Raja Singa ini juga bisa menyerang pembuluh darah otak, jantung dan lain-lain.

" Sifilis adalah penyakit sistemik yang bisa menyerang banyak organ karena bakteri treponema pallidum," ungkap Wresti Indriatmi, dokter spesialis kulit dan kelamin dalam Diskusi Media Seputar Sifilis di Aroma Sedap, Jakarta Pusat, Rabu 12 Februari 2020.

Penyebaran bakteri karena sifilis bisa cukup agresif. Hal ini diakibatkan penyebaran bakteri lewat pembuluh darah kecil.

" Perjalanan bakterinya sampai ke pembuluh darah kecil, di mana ujungnya terdapat di mata, telinga, sampai ke saraf pembuluh darah otak," kata Anthony Handoko, dokter spesialis kulit dan kelamin.

 

1 dari 5 halaman

Bisa Picu Masalah Mental

Sifilis jika kondisinya sudah sangat parah mampu menyebabkan gejala neurologis, seperti gangguan mental. Bisa juga menyebabkan impotensi, kebutaan, tuli, demensia hingga kerusakan organ dan kematian.

Stres© Shutterstock

Kondisi ini dapat dialami pengidap sifilis stadium akhir. Jika cepat diatasi, penyebaran bakteri sifilis tidak akan membahayakan organ lainnya. Sayangnya, sifilis jarang ditemukan pada stadium awal karena tidak memiliki gejala. Luka sifilis pun seringkali tidak terlihat karena berada di area sensitif.

Sekalipun terlihat, lukanya tidak gatal, kemerahan atau perih dan bisa menghilang dengan sendirinya. Jika bercak menghilang, kondisi sifilis justru semakin meningkat ke stadium berikutnya.

" Luka sifilis bisa hilang secara spontan, tapi tidak sembuh. Gambaran klinisnya pun tidak khas. Lukanya akan jadi lebih banyak di daerah kelamin kalau terkena HIV juga," tutur Wresti.

 

2 dari 5 halaman

Tes Darah

Lebih parahnya lagi, sifilis mudah menular di stadium primer dan sekunder. Penularan sifilis bisa terjadi melalui kontak seksual, penggunaan jarum suntik bersama pengidap, donor darah, donor organ, luka terbuka serta dari ibu ke janinnya.

Tes Darah Haid Bisa Prediksi Kondisi Kesuburan© MEN

Maka dari itu, perlu dilakukan tes darah yang disebut Nontreponemal test (VDRL dan RPR) atau Treponemal test. Nontreponemal test bisa dijadikan sebagai screening awal dan bukan merupakan tes sifilis secara spesifik.

Jika ingin melakukan tes yang lebih spesifik dianjurkan melakukan Treponemal test. Bisa juga melakukan Treponemal test terlebih dulu sebelum Nontreponemal agar hasilnya lebih pasti.

3 dari 5 halaman

Vaginismus, Si Pemicu Nyeri Hebat Saat Berhubungan Intim

Dream - Bagi pasangan suami istri, berhubungan intim lebih dari sebuah kebutuhan biologis tapi juga menjaga hubungan dan kemesraan agar tetap mesra. Hubungan ini idealnya dinikmati oleh suami maupun istri.

Sayangnya, pada beberapa kondisi istri tak bisa sama sekali menikmatinya, bahkan sebaliknya malah merasa kesakitan. Salah satu penyebabnya adalah karena vaginismus. Kondisi ini merupakan kesulitan penetrasi ketika berhubungan seksual yang disebabkan oleh kontraksi abnormal di otot sekitar vagina yang menyebabkan rasa nyeri berlebihan pada wanita.

© Dream

Gangguan seksual ini hanya terjadi ketika penetrasi. Secara fisik, vaginismus terjadi akibat infeksi genital, trauma saat melahirkan atau perlukaan di jalan lahir. Sementara dari segi psikis, hal ini juga bisa terjadi karena rasa kurang percaya diri, stres berat dan trauma kekerasan seksual.

" Penetrasi akan sangat sulit terjadi, vagina terasa sangat ketat dan tidak nyaman. Bahkan pada kasus parah, lubang vagina sepenuhnya menutup ketika dilakukan penetrasi," kata Ni Komang Yeni, dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi di Seminar Media Bamed Women's Clinic, Jakarta, Rabu 27 November 2019.

 

4 dari 5 halaman

Tak Boleh Dibiarkan

Bila mengalami kondisi tersebut, segeralah konsultasi dengan dokter. Jika dibiarkan, vaginismus dapat menurunkan kualitas hidup perempuan. Bisa memicu perasaan gagal karena tidak mampu melayani suami.

Peremajaan Area Intim Kewanitaan Bisa Bikin Tampak 'Baru', Penasaran?© MEN

Pada kasus parah, pria juga bisa mengalami disfungsi ereksi psikogenik karena frustasi akibat keadaan hubungan seksual. Penderita vaginismus dapat ditangani dengan kolaborasi antara psikiatri dan ginekolog.

 

5 dari 5 halaman

Terapi yang bisa Dilakukan

Ada beberapa terapi yang bisa dilakukan di rumah, misalnya Sensate Focus. Suami istri bisa melakukan aktivitas saling menyentuh yang tujuannya untuk intimasi.

" Bukan untuk penetrasi, tapi meningkatkan rasa nyaman dan rasa saling percaya," kata Yeni.

Jika terapi mandiri belum juga berhasil, pasien bisa mengunjungi pakar kesehatan. Terapi psikis seperti physioteraphy dan hypnotherapy dapat membantu menghilangkan ketakutan serta merelaksasi otot dasar panggul.

Pada kasus parah di mana pasangan suami istri sudah sangat menginginkan anak, dokter akan melakukan terapi dengan tingkat lebih tinggi. Seperti pemakaian krim Lidocaine, sejenis analgesik yang dioleskan ke permukaan kulit dan dinding vagina.

Beri Komentar