Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Shutterstock
Dream - Beberapa area kulit memiliki sensitivitas. Buat bagian kulit yang lebih sensitif diwajibkan untuk kamu merawat lebih ekstra, termasuk pada kulit kelamin.
Banyak sabun yang diperuntukkan khusus area tersebut agar terhindar dari jamur maupun bakteri. Padahal menurut Spesialis Kulit dan Kelamin, Inneke Jane, area kelamin tidak membutuhkan perawatan maupun sabun tertentu.
" Sebenarnya nggak perlu perawatan khusus karena Tuhan sudah menciptakan sedemikian rupa sehingga ada bakteri, jamur dan kelenjar tertentu yang kalau jumlahnya seimbang, area kelamin akan tetap normal," ujar Inneke di Youth & Beauty Clinic, Jakarta Selatan, Senin 23 September 2019.
Kondisi kulit kelamin mulai tidak seimbang ketika lembap dan jamurnya semakin banyak, atau saat area tersebut terlalu bersih serta bakterinya mati.
Oleh karena itu, disarankan untuk tetap membersihkan area kelamin dengan cara yang tidak berlebihan agar tetap lembap.
" Untuk membersihkannya nggak ada yang khusus sih. Ada yang enggak pakai sabun sama sekali, dibersihkan doang. Pakai sabun mandi juga nggak apa-apa, asal enggak perih atau terlalu over," tuturnya.

Selain membersihkan secara teratur, pemakaian celana dalam maupun pantiliner juga harus diperhatikan. Penggunaan pantiliner secara berlebihan juga tidak bagus.
" Dokter selalu mengingatkan untuk pakai celana dalam yang menyerap keringat, tapi kalau dilapisi pantiliner kan enggak menyerap," pungkas Inneke.

Dream - Cuaca lembap serta dingin, terkadang membuat tubuh terasa kurang nyaman dan ingin segera mandi air hangat.
Walau mandi air hangat terasa sangat nyaman, tapi hal tersebut bisa mengurangi kelembapan kulit. Apalagi ditambah dengan udara dingin yang menyebabkan kulit makin mengering.
Supaya terhindar dari kulit kering, berikut tips menjaga kelembapan tubuh yang dilansir Dream dari Times of India.
Daripada sabun batangan, sabun cair lebih lembut untuk kulit. Sabun cair mengandung bahan yang melembapkan dan tidak membuat kulit mengering seperti memakai sabun batangan.

Kamu tidak harus membeli sabun di pasaran. Campuran tepung kacang dan susu juga bisa digunakan untuk mandi. Bilaslah sebelum campurannya mengering.
Gunakan minyak kelapa, minyak zaitun, mustard oil atau almond di seluruh tubuh 30 menit sebelum mandi. Hal ini bisa mencegah keringnya kulit dan kamu tidak perlu menggunakan krim pelembap.

Sebagian orang tidak ingin menggunakan susu untuk perawatan kulitnya karena kemungkinan besar akan dibutuhkan dalam jumlah banyak dalam sekali pakai.

Tapi, kamu tidak perlu menggunakan sekotak susu setiap mandi. Kamu hanya perlu memakainya pada kulit dan gosok perlahan agar kulitmu cerah dan lembap.
Selamat mencoba, ya!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya