Pernikahan Dini Jadi Salah Satu Penyebab Stunting

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Jumat, 11 Januari 2019 06:44
Pernikahan Dini Jadi Salah Satu Penyebab Stunting
Bisa mengancam kualitas generasi bangsa.

Dream - Stunting masih jadi permasalahan serius di Indonesia. Kementerian Kesehatan melakukan sederet program demi menekan kasus stunting di berbagai daerah. Jika dibiarkan dikhawatirkan bisa mengancam keberlangsungan regenerasi sumber daya manusia berkualitas.

Stunting sendiri merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Hal ini mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Tak hanya itu, juga berdampak buruk pada aspek kognitifnya.

Menurut Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, kasus stunting tertinggi di Indonesia terjadi pada 2013. " Di tahun 2013 angkanya mencapai 37,2 persen. Sekitar 4 dari 10 balita mengalami stunting," tuturnya di Jakarta, Kamis 10 Januari 2019.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) memang menunjukan adanya penurunan, yakni 30,8 persen. Namun angka tersebut belum mencapai target yang ditetapkan WHO.

" Sekarang perbandingannya 3:10, sementara WHO minta 2:10. Saya berharap kita tidak ada lagi," ujarnya.

Stunting bukan hanya menyerang fisik anak. Penderita stunting memiliki kemampuan kognitif di bawah rata-rata. Termasuk sangat berisiko terkena penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung dan diabetes.

Nila menyebutkan, salah satu faktor penyebab stunting adalah pernikahan usia dini. Yaitu ketika ayah dan ibu menjalani pernikahan di usia yang masih belasan tahun. Belum memiliki cukup ilmu, serta kestabilan emosi dan finansial untuk membesarkan anak

" Stunting banyak ditemukan pada perkawinan usia dini. Fisik dan mental mereka belum cukup untuk menjadi ibu. Pengetahuan mereka mengenai asupan gizi bayi belum luas sehingga risiko stunting jauh lebih besar," ungkap Nila.(Sah)

Beri Komentar
CARA MA'RUF AMIN MENINGKATKAN TENAGA KERJA INDONESIA