Perokok Termasuk yang Paling Rentan Terpapar Corona

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 3 Maret 2020 08:41
Perokok Termasuk yang Paling Rentan Terpapar Corona
Segera terapkan pola hidup sehat sekarang juga!

Dream - Wabah virus corona sudah sampai Indonesia. Menerapkan pola hidup sehat harus dilakukan sekarang juga. Menjaga sistem kekebalan tubuh adalah kunci utama agar terhindar dari virus bernama resmi Covid-19 ini.

Penting diketahui ada empat kelompok yang sangat rentan terkena virus yang berasal dari China ini. Siapa saja mereka? Pertama adalah mereka yang berusia lanjut, tepatnya di atas 40 tahun.

" Tampaknya ada ambang batas ini, di bawah 35 kita melihat nol kasus. Seiring bertambahnya usia dari 40-an ke 80-an, kami melihat peningkatan kematian," kata Michael Mina, MD, PhD, asisten profesor epidemiologi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, dikutip dari WebMD.

Sebuah studi yang diterbitkan di The Journal of American Medical Association (JAMA) yang memeriksa 45.000 kasus pertama di Cina menemukan bahwa 80% kasus corona termasuk ringan. Sebanyak 20% lainnya yang didiagnosis memiliki gejala sedang, berat, atau kritis, termasuk sulit bernapas, radang paru-paru, dan kegagalan organ.

 

1 dari 6 halaman

Berisiko Kematian Tinggi Pada Manula

Sejauh ini paparan virus yang terjadi pada anak usia 1-9 hanya 1% dan tidak ada kematian, menurut penelitian JAMA. Sementara 1% lainnya berusia 10-19.

Penelitian menemukan orang-orang di usia 70-an yang terkena virus, 8% meninggal dunia. Hampir 15% dari mereka yang berusia 80 tahun ke atas juga meninggal dunia.

" Seseorang berusia 80-an memiliki risiko yang cukup tinggi untuk tidak meninggalkan rumah sakit jika dirawat karena COVID-19," kata Mina.

 

2 dari 6 halaman

Kaum Pria dan Perokok

Kelompok kedua yang paling berisiko terkena Corona adalah kaum pria. Data awal menunjukkan bahwa pria menyumbang lebih dari setengah kasus corona di China. Hal itu menurut Chinese Center for Disease Control and Prevention.

Pria yang terinfeksi meninggal dua kali lebih sering daripada wanita yang terinfeksi. Kelompok ketiga adalah perokok. Beberapa ahli mengatakan kepada The New York Times, bahwa hal itu bisa jadi karena pria Cina lebih mungkin menjadi perokok daripada wanita.

Kelompok keempat adalah mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, atau masalah paru-paru. " Virus Covid-19 dibandingkan dengan pneumonia virus, cenderung memiliki efek yang lebih buruk pada orang yang sudah memiliki sistem kekebalan yang lemah dan bisa memicu kematian," kata Jeanne Marrazzo, MD, direktur Division of Infectious Diseases di University of Alabama di Birmingham School of Medicine.

3 dari 6 halaman

Seberapa Mudah Virus Corona Menular?

Dream - Informasi dua warga Depok, Jawa Barat yang diketahui positif terkena corona (COVID-19) memuculkan kekhawatiran. Terutama oleh para warga sekitar tempat tinggal pasien di Depok.

Sebagian besar orang menganggap, virus corona menular dengan mudah melalui udara. Faktanya, tak demikian. Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus corona menular melalui percikan air liur (droplet) orang yang terinfeksi, saat batuk atau bersin.

Percikan tersebut dapat mendarat di mulut atau hidung orang yang berada di dekatnya atau mungkin terhirup ke dalam paru-paru. Bisa juga menular jika menyentuh permukaan atau benda yang terdapat percikan liur terinfeksi kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata.

Kondisi pasien corona yang paling menular adalah ketika sedang muncul gejala. Gejalanya antara lain batuk, pilek, dan disertai sesak napas.

 

 

4 dari 6 halaman

Seberapa mudah virus menyebar?

Hal ini sangat bervariasi. Beberapa virus sangat menular (menyebar dengan mudah), seperti campak, sementara virus lain tidak menyebar dengan mudah. Faktor lain yang juga berpengaruh adalah apakah penyebaran berkelanjutan.

Virus yang menyebabkan COVID-19 diperkirakan menyebar dengan mudah dan berkelanjutan saat pasien berada di beberapa wilayah geografis yang terkena dampak (community spread). Community spread berarti ada orang yang telah terinfeksi virus di suatu daerah, termasuk beberapa yang tidak yakin bagaimana atau di mana mereka terinfeksi.

Sumber: CDC

 

 

5 dari 6 halaman

Indonesia Positif Corona, Asuransi Bisa Cover?

Dream - Masyarakat dunia sedang digemparkan dengan kemunculan virus corona, tak terkecuali Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan ada dua warga negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus corona.

Kamu bisa melindungi diri dengan `amunisi-amunisi`, termasuk asuransi kesehatan. 

Asuransi siap melindungi kamu dari virus corona. Jika terjangkit corona, asuransi ini bisa mengcover biaya perawatan intensif virus corona.

CEO Generali Indonesia, Edy Tuhirman, mengatakan pihaknya siap memberikan pelayanan klaim untuk nasabahnya yang terjangkit virus corona.

“ Generali secara penuh akan menjamin dan menanggung pengobatan nasabah yang terinfeksi virus corona menyesuaikan ketentuan polis,” kata Edy di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 2 Maret 2020. 

Begitu pula yang dikatakan oleh Vice President Head of Corporate Branding, Marketing, and Communications Sequis, Felicia Gunawan, mengatakan, penting untuk mengantisipasi biaya kalau terjadi kondisi klinis akibat segala wabah penyakit.

Pihaknya siap memberikan perlindungan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa dari kondisi klinis yang disebabkan oleh virus corona sesuai dengan ketentuan polis yang berlaku.

“ Ketika sakit apalagi telah masuk tahap kritis, biasanya biaya pengobatan yang harus dikeluarkan di rumah sakit sudah pasti sangat besar. Jika tidak memiliki asuransi kesehatan tentunya mau tidak mau kita harus merelakan uang tabungan, dana darurat, bahkan aset kita terpakai untuk berobat,” kata Felicia di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulisnya.

Manulife juga melindungi nasabahnya dari wabah virus corona. “ Kami juga mendapat banyak telepon soal apakah polis mereka meng-cover untuk perlindungan terhadap virus corona. Kami memastikan Manulife memberikan jaminan perlindungan,” kata Direktur and chief Marketing Manulife Indonesia Novita Rumgangun, di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com.

6 dari 6 halaman

Asuransi Bisa Cover Asalkan Kondisi Ini Terpenuhi

Jika ingin biaya pengobatan dicover oleh asuransi, Edy mengatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan masyarakat. Pertama, memastikan jenis penyakitnya masuk ke dalam pertanggungan polis atau tidak.

“ Untuk mempercepat proses klaim, pemegang polis harus mempersiapkan dokumen yang diperlukan, klaim tidak berada dalam `Masa Tunggu Polis`, serta menggunakan jaringan rumah sakit kami untuk cashless claim,” kata Edy.

Meskipun ada sejumlah polis yang memberikan jaminan layanan kesehatan, nasabah diminta mengutamakan upaya pencegahan untuk menghindari infeksi virus.

Sampai saat ini, yang bisa dilakukan masyarakat dalam upaya pencegahan virus corona adalah membiasakan perilaku hidup sehat seperti selalu mencuci tangan dengan air dan sabun cair, menutup mulut dan hidung dengan tissue ketika bersin atau batuk, menggunakan masker, dan pergi ke dokter jika kondisi kesehatan memburuk.

Beri Komentar