Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Rahasia awet muda tinggal satu langkah lagi bakal terkuak, setelah sekelompok ilmuwan di Stanford University berhasil melakukan transformasi sel orangtua menjadi sel orang muda.
Transformasi itu melibatkan proses meningkatkan panjang 'telomere', yang merupakan topi pelindung di ujung kromosom yang memicu penuaan dan penyakit.
Para peneliti di Amerika Serikat mengatakan teknik ini bisa memperpanjang hidup manusia dan memberikan harapan baru untuk memerangi penyakit yang muncul akibat usia tua.
Telomere bertugas menjaga DNA tetap sehat. Jika pelindung ini menjadi semakin pendek saat terjadi replikasi DNA dan akhirnya tak mampu melindungi DNA dari kerusakan dan mutasi, akan menyebabkan orang bertambah tua.
Pada orang muda, telomeres panjangnya sekitar 8,000-10,000 molekul organik atau nukleotida.
" Sekarang kami telah menemukan cara untuk memperpanjang telomere manusia sebanyak 1,000 nukleotida atau setara dengan bertahun-tahun kehidupan manusia," kata Helen Blau dari Stanford University.
Untuk membuat penemuan ini, peneliti melakukan modifikasi RNA untuk memperpanjang telomere. RNA membawa instruksi dari gen dalam DNA ke pabrik protein pembuatan sel.
RNA yang digunakan dalam penelitian ini mengandung urutan kode untuk TERT - komponen enzim alami aktif yang disebut telomerase.
Ketika sel-sel tersebut ditransformasi, mereka berperilaku seolah-olah mereka lebih muda. Sel-sel tersebut tidak mati tapi justru membelah dengan cepat.
Dengan penemuan ini, ada implikasi untuk mengobati kondisi akibat penuaan, seperti diabetes dan penyakit jantung.
" Ini benar-benar membuka pintu semua jenis manfaat potensial dari terapi ini."
Para peneliti juga berharap bahwa metode ini akan dapat memungkinkan para ilmuwan untuk menghasilkan sejumlah besar sel yang suatu hari nanti bisa mengarah pada obat anti-penuaan yang efektif.
(Ism, Sumber: Daily Mail)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya