Rutin Memberikan Teh Pada Balita, Amankah?

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 25 November 2016 17:45
Rutin Memberikan Teh Pada Balita, Amankah?
Ada sederet efek buruk dari kebiasaan minum teh secara rutin sejak dini.

Dream - Bagi orang Indonesia, minum teh sudah jadi kebiasaan. Minuman satu ini memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Sangat pas diminum ketika sedang flu atau cuaca dingin.

Meski berdampak positif bagi kesehatan orang dewasa, apakah teh juga baik untuk balita? Menurut Dhavani Shah, ahli gizi naturopati dan penulis buku  " Don't Just Feed, Nourish Your
Child" , teh bukanlah minuman sehat untuk anak, terutama balita yang masih dalam proses pertumbuhan.

" Teh adalah minuman untuk orang dewasa. Pada balita dan anak, zat reaktif dalam teh dapat menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh. Asupan teh yang terus menerus dapat
mempengaruhi otak, otot, sistem saraf dan pertumbuhan struktural," ujar Shah.

Ia menekankan untuk tidak memberikan teh pada anak yang berusia di bawah 1 tahun. Teh bisa diberikan pada anak tiga tahun ke atas, itu pun hanya sesekali untuk mengenalkan rasa. Sangat tidak dianjurkan untuk memberikan teh secara rutin pada anak, terutama balita.

Shah mengungkap beberapa efek dari minum teh secara rutin sejak dini, yaitu kepadatan tulang yang lebih rendah, tungkai bawah mudah sakit dan kekuatan otot yang rendah. Mencampur teh dan susu juga bukan pilihan bijak, karena teh bisa merusak nutrisi yang terkandung dalam susu.

Untuk itu sebisa mungkin hindari memberikan teh secara rutin pada balita. Masih banyak jenis minuman lain yang aman untuk diberikan seperti jus, smoothies atau yogurt.

(Sumber: The Health Site)

Beri Komentar