Sensitif Terhadap Cuaca? Mungkin Kamu Mengalami Intoleransi Panas

Reporter : Cynthia Amanda Male
Kamis, 28 Oktober 2021 11:12
Sensitif Terhadap Cuaca? Mungkin Kamu Mengalami Intoleransi Panas
Berikut penjelasannya.

Dream – Terkadang, cuaca bisa menjadi terlalu hangat untuk tubuh kita. Saat inilah masalah kesehatan bisa muncul. Dilansir Health, setiap orang memiliki reaksi tubuh berbeda-beda terhadap panas.

Dalam beberapa kasus, tubuh tidak tahan terhadap suhu panas dan suhu tubuhmu ikut memanas. Menurut US National Library of Medicine (MedlinePlus), kondisi ini terjadi akibat kenaikan suhu di lingkungan sekitar.

Suhu lingkungan yang terlalu panas dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti kram panas, kelelahan, dan heat stroke. Sebenarnya, tubuh manusia tidak dapat merespons cuaca panas dengan baik. Terutama, jika suhunya ekstrim.

“ Tubuh kita dirancang untuk berada pada suhu yang konstan. Kita disebut homeotherms,” ungkap Erik D. Axene, dokter di Envision Healthcare.

1 dari 4 halaman

Tubuh Terpapar Suhu Panas© Shutterstock

Ia pun mengungkapkan bahwa suhu maksimal yang bisa direspon tubuh dengan baik secara konstan adalah 37 derajat Celsius.

Suhu atau kondisi lingkungan yang ekstrim dapat menghambat sistem pengaturan tubuh. Kondisi ini membuat suhu tubuh seseorang terlalu panas atau mengalami hipertermia.

Intoleransi panas sendiri bisa berujung pada masalah kesehatan yang cukup serius dan berbahaya. Berikut hal yang perlu diperhatikan seputar intoleransi panas.

© Dream
2 dari 4 halaman

Gejala intoleransi panas

Salah satu tanda umum intoleransi panas adalah meningkatnya jumlah keringat yang diproduksi tubuh secara alami. Menurut Internis di ColumbiaDoctors, Chantel Strachan, sebagian orang bisa mengalami hal yang lebih serius dari sekadar intoleransi panas.

Umumnya, gejala intoleransi panas adalah peningkatan produksi keringat, pusing, kelelahan, napas terlalu cepat, peningkatan denyut jantung, mual, perubahan suasana hati, sakit kepala, dan konsentrasi berkurang.

Meski begitu, Sahabat Dream harus tetap berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala intoleransi panas agar bisa mengatasinya dengan cara yang tepat.

3 dari 4 halaman

Siapa yang paling berisiko mengalami intoleransi panas?

Tubuh Terpapar Suhu Panas© Shutterstock

Ada beberapa alasan berbeda yang membuat seseorang lebih sensitif terhadap panas, di antaranya adalah menggunakan amfetamin atau stimulan lainnya, mengalami gangguan kecemasan, mengonsumsi kafein, sudah menopause, serta memiliki hormon tiroid cukup banyak, lebih sensitif terhadap suhu panas.

Memiliki pola hidup kurang sehat, pernah mengalami cedera sumsum tulang belakang, mengidap multiple sclerosis atau diabetes juga bisa membuatmu lebih sensitif terhadap suhu panas.

© Dream
4 dari 4 halaman

Cara mencegah dan mengobati intoleransi panas

Jika berada di lingkungan yang sangat panas, kita dapat mencegah intoleransi panas dengan cara minum banyak cairan, menjaga suhu di dalam ruangan agar tetap nyaman, dan membatasi waktu beraktivitas di luar ruangan.

Mengenakan pakaian longgar berwarna terang, membatasi konsumsi alkohol, menggunakan AC atau kipas angin, serta membawa kompres dingin bisa membantu mencegah maupun mengatasi intoleransi panas.

Bila memiliki kondisi medis tertentu yang dapat meningkatkan risiko intoleransi panas, konsultasikan ke dokter tentang gaya hidup atau perubahan pengobatan yang dapat membantu mengatasinya.

Laporan: Elyzabeth Yulivia

Beri Komentar