Survei: Masyarakat Yakin Pemerintah Mampu Tangani Virus Corona

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Jumat, 6 Maret 2020 09:36
Survei: Masyarakat Yakin Pemerintah Mampu Tangani Virus Corona
Ketahui hasil survei yang baru dirilis.

Dream - Kekhawatiran yang tinggi muncul setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan ada 2 kasus corona positif di Indonesia beberapa hari lalu. Tak dipungkiri, sebagian masyarakat mengalami kepanikan sampai terjadi panic buying.

Masker dan hand sanitizer ludes diborong. Kondisi tersebut tampak berangsur berkurang. Sebuah survei dilakukan Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan KedaiKOPI Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI).

Survei tersebut untuk mengetahui tingkat kepercayaan masyarakat pada pemerintah terkait penanganan corona. Bagaimana hasilnya? Ternyata sebagian besar masyarakat percaya kepada pemerintah.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo. Survei nasional ini dihelat pada 3-4 Maret memakai metode telepon. Ada 483 responden yang terlibat dengan 4,46 persen margin of error dan 95 persen confidence interval.

" Sebesar 66,6% masyarakat Indonesia meyakini pemerintah mampu menghadapi virus corona. Sedangkan 33,4% masyarakat masih pesimis dengan kemampuan pemerintah," kata Kunto di acara Diskusi Publik Corona: Ujian Kebersamaan Bagi Indonesia, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020.

 

 

1 dari 6 halaman

Mengetahi Cara Pencegahan

Jumlah tersebut diyakini menunjukkan nilai yang cukup baik dengan skor 6,4. " Artinya kepercayaan publik ada di level yang tergolong tinggi. Cukup oke lah," ujarnya.

 Survei Corona© Dream

Bahkan sebagian besar masyarakat sudah memiliki pemahaman tentang tata cara pencegahan Covid-19. Yakni dengan memakai hand sanitizer, kegiatan Mencuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) serta menggunakan masker bagi orang yang sakit.

Hal ini berkaitan dengan mayoritas masyarakat menganggap Covid-19 sebagai ancaman yang serius.

" Mayoritas 80,8 persen bilang ini ancaman besar untuk Indonesia. Rata-rata skornya di 7,5," tutur Kunto.

2 dari 6 halaman

Ternyata Jahe dan Temulawak Belum Terbukti Bisa Menangkal Corona

Dream - Sejak munculnya virus corona di Wuhan, China, banyak penelitian dilakukan untuk mencari cara mengatasi. Para peneliti di berbagai bidang mulai mengembangkan obat, vaksin, hingga ramuan rempah untuk menangkalnya.

Salah satunya adalah Profesor Chairul Anwar Nidom, dari Universitas Airlangga. Ia sempat mengungkap kalau rempah-rempah khas Indonesia seperti jahe, temulawak, kunyit, mampu menangkal virus corona.

 © Dream

Faktanya hal tersebut belum terbukti secara klinis. Hal ini diungkapkan oleh Syahrizal Syarif, pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia. Syahrizal mengungkap kalau tidak tepat jika rempah disebut sebagai penangkal Virus Corona.

" Obat herbal banyak manfaatnya bagi tubuh, tapi sampai sekarang tidak ada uji klinis. Kalau sudah uji klinis namanya fitofarmaka. Belum terbukti menangkal COVID-19," kata Syahrizal saat ditemui di Gedung Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Komplek Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 3 Maret 2020.

 

3 dari 6 halaman

Fungsinya Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Syarizal melanjutkan, temulawak, jahe, dan kunyit dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan mengonsumsi rempah tersebut, imunitas akan meningkat dan tubuh menjadi bugar.

" Memang, yang sering terjadi adalah klaim manfaat temulawak, jahe, dan herbal lain secara berlebihan. Namanya juga mungkin untuk mempromosikannya, ya. Manfaatnya meningkatkan daya tahan dan kebugaran tubuh. Sekali lagi, hal itu bukan mencegah Virus Corona secara langsung lho," tegasnya.

Ia menekankan kalau klaim soal rempah yang bisa menangkal corona dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk pembuktian. Sayangnya, hingga saat ini belum ada bukti medis yang bisa dipertanggungjawabkan.

" Untuk kekebalan sih oke, tapi jangan punya pandangan bahwa rempah-rempah bisa mencegah masuknya virus, khususnya Virus Corona. Enggak ada bukti," kata Syahrizal.

Ia pun kembali mengingatkan untuk menjaga tubuh tetap fit dan istirahat yang cukup. Hal tersebut sangat berpengaruh pada kekebalan tubuh.

" Untuk mencegah Virus Corona, kita bisa cuci tangan. Kalaupun kita batuk pilek, biasa ya obatnya yang biasa diminum enggak masalah. Yang penting jaga kebersihan dan kesehatan tubuh," pesan Syahrizal.

Laporan Fitri Haryanti/ Sumber: Liputan6.com

4 dari 6 halaman

Kisah Keberhasilan Vietnam Terbebas dari Virus Corona

Dream - Ketika dunia bergulat dengan virus corona, Vietnam membawa kabar melegakan. 16 pasien yang sebelumnya dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 di Negeri Khmer itu dinyatakan sembuh.

Akhir Februari lalu, otoritas kesehatan Vietnam menyatakan 16 pasien tersebut telah diizinkan pulang. Termasuk pasien tertua berusia 73 tahun.

Sejak pertengahan hingga akhir Februari pun pemerintah setempat tidak mendeteksi adanya kasus inveksi baru. Kasus terakhir dilaporkan muncul pada 13 Februari.

 © Dream

" Jika pertempuran melawan Covid-19 adalah perang, maka kami memenangkan pertempuran pertama tetapi tidak seluruhnya karena situasi bisa sangat tidak terprediksi," demikian pernyataan Kementerian Kesehatan mengutip ucapan Wakil Perdana Menteri Vietnam, Vu Duc Dam, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Keberhasilan Vietnam memukau para pejabat WHO dan pakar kesehatan tingkat dunia. Mereka kagum dengan respons cepat pemerintah dalam menghadapi kondisi darurat dan ini dinilai sebagai langkah terpenting.

 

5 dari 6 halaman

Pasien Terakhir Dinyatakan Sembuh

Pada Rabu di pekan terakhir Februari, Pemerintah Vietnam mengumumkan pasien ke-16 sekaligus yang terakhir terinfeksi telah dikeluarkan dari rumah sakit. Dia adalah pria 50 tahun, teridentifikasi sebagai NVV.

 Ilustrasi wabah virus corona© Ilustrasi wabah virus corona (Foto: Shutterstock)

NVV disebut tertular virus dari putrinya berusia 23 tahun terindentifikasi sebagai NTD. Keduanya adalah penduduk asli distrik Son Loi di Provinsi Vinh Puch, yang merupakan lokasi ditemukannya 11 kasus infeksi virus corona.

NTD adalah satu dari delapan karyawan di perusahaan Jepang yang pulang dari Wuhan, pusat persebaran virus, pada 17 Januari lalu. Secara keseluruhan, enam orang dari kelompok tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Beberapa kerabat dan teman mereka juga terinfeksi. Termasuk bayi usia tiga bulan, yang kemudian dinyatakan sebagai pasien termuda.

 

 

6 dari 6 halaman

Respon Cepat Pemerintah

Perwakilan WHO di Vietnam, Kidong Park, menghubungkan keberhasilan tersebut dengan respons proaktif dan konsistensi Pemerintah.

 Ilustrasi wabah virus corona© Ilustrasi wabah virus corona (Foto: Shutterstock)

Virus corona menjadi mimpi buruk di Vietnam setelah ada dua orang warga China dinyatakan terinfeksi dan menjadi kasus pertama ditemukan di Ho Chi Minh City pada 23 Januari.

Pejabat Vietnam lalu mengumumkan virus corona menjadi epidemi pada 1 Februari, bertepatan dengan adanya enam kasus di negara tersebut.

Pada 13 Februari, Kementerian Kesehatan memerintahkan 10.600 penduduk Son Loi diisolasi selama 20 hari setelah lebih banyak kasus terkonfirmasi.

" Negara ini telah mengaktifkan sistem responnya pada tahap awal wabah, dengan mengintensifkan pengawasan, meningkatkan pengujian laboratorium, memastikan pencegahan dan pengendalian infeksi dan manajemen kasus di fasilitas kesehatan, pesan komunikasi risiko yang jelas, dan kolaborasi multi-sektoral," ujar Park.

 

Beri Komentar