Tips Mengatasi Bau Napas

Reporter : Dwi Ratih
Senin, 28 Desember 2015 11:45
Tips Mengatasi Bau Napas
Ada beberapa tips yang dapat dicoba untuk mengatasi haliotosis atau mulut berbau.

Dream - Napas berbau tidak sedap dapat berdampak buruk pada kehidupan sosial seseorang terutama saat mengobrol dengan lawan bicara. Banyak penyebab napas seseorang menjadi bau. Kerusakan gigi dan penyakit jaringan penyangga gigi salah satu pemicunya.

Dokter spesialis kosmetik gigi, Karishma Jaradi seperti dilansir dari Times of India pada Senin, 28 Desember 2015,  menjelaskan, bau mulut dapat dipicu karena alasan fisiologis, patologis, oral atau lisan ekstra.

Kondisi mulut atau oral yang tidak higienis dapat menyebabkan bau napas yang sangat parah. Penyakit seperti gingivitas atau periodontists adalah penyebab utama mulut menjadi berbau tidak sedap.

Sedangkan gangguan infeksi seperti abses dapat menyebabkan gigi berongga, lodgment makanan dan protesis gigi yang rusak. Kotoran lidah dan sisa-sisa makanan dari gigi palsu juga meyebabkan bau mulut yang sangat mengganggu.

Ahli bedah gigi, Arther Wani menambahkan orang yang sehat juga kadang bisa menderita bau napas. Hal ini diakibatkan karena pengaruh gangguan pencernaan yang bermasalah. Ditambah dengan beberapa makanan seperi bawang putih dan bawang bombai yang dapat menyebabkan napas menjadi sangat menyengat.

Pendarahan pada gusi yang dipicu cara mengunyah yang salah, kekurangan vitamin, kanker dan kemoterapi juga dapat menyebabkan bau mulut.

Nah, di bawah ini ada beberapa tips yang dapat dicoba untuk mengatasi haliotosis atau mulut berbau.

1. Sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi. Hal ini untuk memastikan bahwa plak dan karang gigi tidak bersarang pada gigi yang merupakan penyebab utama dari mulut busuk.

2. Menggunakan obat kumur secara teratur.

3. Melakukan perawatan flossing atau membersihkan dengan benang gigi. Flossing biasanya diabaikan oleh banyak orang, tetapi membersihkan gigi dengan teknik ini sangat penting. Banyak mikroba hadir antara gigi yang hanya dapat dibersihkan oleh flossing.

4. Satu hal yang orang biasanya tidak lakukan adalah membersihkan lidah. Hal ini berdampak baik karena dapat membuat gusi menjadi sehat.

5. Mengunjungi dokter gigi setiap enam bulan penting. Pembersihan secara profesional diperlukan untuk menghilangkan tartar dari gigi.

6. Minum air yang banyak, setidaknya delapan sampai 10 gelas sehari.

7. Mengonsumsi makanan rendah kalori setiap dua sampai tiga jam.

8. Hindari bawang putih, bawang bombay dan alkohol.

9. Konsultasi ke dokter gigi secara rutin saat gusi berdarah untuk mengetahui kondisi sistemik seperti gastritis, hiatus hernia, diabetes, penyakit hati.

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna