6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Mekah Dilanda Hujan Deras (MCH)
Dream – Hujan deras disertai angin kencang terjadi di Mekah, Rabu 5 September 2018. Jemaah haji Indonesia diimbau tidak keluar penginapan demi alasan keselamatan.
Hujan disertai angin tersebut terjadi selama satu jam, sejak pukul 20.15 waktu Arab Saudi. Akibatnya, jarak pandang terbatas.
“ Kami mengimbau seluruh jemaah agar tetap di hotel tidak keluar hotel sampai hujan reda. Saya juga sedang terjebak hujan badai dari arah Jeddah,” ujar Kepala Daker Mekah, Endang Jumali.
Gerimis juga sempat terjadi di Madinah. Meski tak disertai angin kencang, hujan sempat menimbulkan genangan di Terminal Hijrah.
Para petugas haji di Terminal Hijrah, Madinah, melaporkan bahwa hujan mulai turun sekitar pukul 17.30 waktu setempat. Mereka menyambut gembira hujan itu karena selama ini bertugas di bawah terik matahari.
“ Alhamdulillah, akhirnya hujan deras dan angin,” kata Joyo Mulyo, petugas haji di Terminal Hijrah.
Ahmad Rofi’i, warga Indonesia yang sudah sepuluh tahun tinggal di Arab Saudi mengatakan bahwa hujan tiba lebih awal.
“ Pergantian musim biasanya November atau setelah musim haji, biasanya setelah jemaah haji pulang semua, barulah musim dingin tiba,” kata Rofi'i.
Sementara itu, kondisi ekstrem juga teramati di Bandara King Abdulaziz Jeddah. Badai pasir tampak menyelimuti sekitaran bandara.
Menurut laman haji.kemenag.go.id, jarak pandang di jalanan Kota Jeddah berkurang. Akibat debu, nyala lampu penerangan jalan yang biasanya terang benderang, jadi terlihat meredup. Laju kendaraan juga harus berkurang karena jarak pandang.
“ Kepada jmh haji yang baru tiba di bandara Jeddah dan akan meninggalkan Arab Saudi harus tetap waspada terhadap badai debu yang menyerang kota Jeddah dengan selalu memakai masker,” kata Kepala Daerah Kerja Airport, Arsyad Hidayat.
Arsyad juga meminta jemaah memeriksakan diri ke Pos Pelayanan Kesehatan bandara jika terjadi gangguan kesehatan. “ Bila jemaah merasakan keluhan seperti gangguan pernapasan dan lain-lain segera minta perawatan,” imbuh dia.
Arsyad juga meminta para pengemudi bus pengangkut jemaah haji berhati-hati karena jarak pandang yang sangat terbatas. “ Harus lebih hati-hati supaya terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” pinta Arsyad.
Petugas Daker Airport juga diminta membagikan masker kepada jemaah. “ Semua harus menjaga kebugaran, masa tugas kita masih 21 hari lagi,” tutur dia.
Laporan Maulana Kautsar dari Tanah Suci
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
