Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Astrea Tujuh Tiga atau Astuti mendapat tempat spesial di hati panitia haji Indonesia. Motor yang sebetulnya berseri Honda Supercub 90 itu menjadi moda transportasi untuk mengantar jemaah yang tersesat di perkemahan Mina.
Sejak hari pertama kedatangan jemaah haji Indonesia di Mina, lima motor milik Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi itu hilir mudik mengantar mereka yang tak tahu arah pulang.
“ Hari pertama sekitar dua puluhan lebih untuk mengantar jemaah,’ kata pengemudi Astuti, Rofiq, di Mina, Rabu 23 Agustus 2018.
Sebagai pengemudi, Rofiq tahu motor tua itu tak mampu dibawa laju. Kecepatan maksimalnya hanya sekitar 40 kilometer perjam.
Meski tak unggul secara kecepatan, motor ini mampu berjalan menembus panasnya terik di Mina. Selain itu, motor Astuti juga punya keunggulan irit bahan bakar.
“ Untuk sehari berkeliling paling menghabiskan empat liter,” ujar dia. Bensin itu dipasok dari Kantor Daker Mekah ke Mina.

Salah satu kekurangan motor ini tentu saja perawatan. Dream menyaksikan salah satu Astuti mogok lantaran kelistrikan yang tak prima.
Astuti di Mina pernah mencapai 11 unit saat 2013. Kini jumlah itu tinggal lima. Meski menyusut, sepeda motor ini menjadi bukti mimpi desainer awal Honda, Jozaburo Minura.
“ Kami (pada tahun 1956) harus membuat sepeda yang kokoh tapi bisa dengan mudah dikendalikan bahkan di jalanan rusak,” ujar Minura.
Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya