8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
Jemaah Haji Indonesia Di Tanah Suci (Foto: Shutterstock.com)
Dream – Kesehatan para jemaah menjadi faktor penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Oleh sebab itu, para petugas kesehatan diminta untuk tanggap terhadap semua kondisi yang dihadapi para jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.
" Kita harus memegang semangat SHARI. Sigap Handal Amanah Responsif dan Inovatif. Insya Allah akan dapat menjalankan tugas dengan baik," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Eka Jusup Singka, Sabtu 14 Juli 2018.
Menurut Eka, kondisi kesehatan jemaah haji Indonesia akan menjadi titik krusial mengingat tingginya suhu udara di Arab Saudi. Diperkirakan suhu di Tanah Suci mencapai lebih dari 50 derajat Celcius, apalagi sekitar 63 persen jemaah haji Indonesia tergolong berisiko tinggi.
Eka mengucapkan terima kasih kepada para kerabat tenaga kesehatan haji karena telah mengizinkan keluarganya menjadi pelayan tamu Allah. " Mohon semua keluarga mendoakan kami semua sehingga pelaksanaan kesehatam haji berjalan lancar dan sukses," ujar Eka.
Dia berharap, para petugas kesehatan haji dapat menjalankan tugas dengan penuh dedikasi. Sebab, tugas mereka berkaitan dengan kesehatan jemaah haji Indonesia di luar negeri.
PPIH dari Kementerian Kesehatan terdiri dari 4 tim, yaitu tim manajerial, tim promotif preventif (TPP), kuratif rehabilitatif (TKR), dan tim gerak cepat (TGC).
Tim manajerial bertugas untuk berkoordinasi mengenai persiapan dan pelaksanaan kegiatan dalam penyelenggaraan kesehatan haji.
Sementara itu, promotif preventif bertugas untuk memberikan pelayanan peningkatan kesehatan (promosi) dan pencegahan kesehatan dalam penyelenggaraan kesehatan haji.
Tim kuratif rehabilitatif bertugas memberikan pelayanan kesehatan bagi jamaah haji sakit di pos kesehatan dan klinik kesehatan haji Indonesia (KKHI).
Tim gerak cepat bertugas melakukan evakuasi atau pertolongan dalam rangka perlindungan kesehatan haji.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian