Darul Ulum Deoband, Pemasok Sarjana Muslim di Hindustan

Reporter : Eko Huda S
Senin, 12 Mei 2014 16:20
Darul Ulum Deoband, Pemasok Sarjana Muslim di Hindustan
Sekolah ini didirikan di tengah ketidakberdayaan. Saat Inggris sudah menjarah segala sendi hidup rakyat India. Saat itulah Darul Ulum muncul. Sebagai simbol kebangkitan Islam.

Dream - Darul Ulum Deoband. Inilah sekolah Islam terbesar di India. Pusat pendidikan legendaris kaum muslim yang terletak di Negara Bagian Uttar Pradesh, India bagian utara.

Sekolah itu dibangun satu setengah abad silam. Saat Inggris masih mencengkeram Tanah Hindustan. Pendirinya adalah tokoh-tokoh kondang di India bagian utara di bawah pimpinan Imam Muhammad Qasim Nanotwi.

Sekolah ini didirikan di tengah ketidakberdayaan. Saat itu Inggris sudah menjarah segala sendi hidup rakyat India. Bahadur Shah Zafar, raja terakhir Kerajaan Mughal yang berkuasa, sudah tak punya daya. Tentara kerajaan di India bagian utara itu pun sudah putus asa. Saat itulah Darul Ulum muncul. Sebagai simbol kebangkitan Islam.

Mulanya, Darul Ulum dibangun hanya untuk menyelamatkan budaya Islam. Dan juga memberbaiki pendidikan anak-anak kaum muslim. Namun peran itu berkembang. Darul Ulum turut ambil bagian dalam perjuangan India meraih kemerdekaan.

Banyak ulama Darul Ulum yang menjadi pemimpin pergerakan. Selain untuk kemerdekaan India, mereka juga menentang upaya pembuatan undang-undang anti-Islam oleh Inggris.

Ulama-ulama Darul Ulum menjadi penentang utama saat Muhammad Ali Jinnah mengusulkan pemisahan Islam dan non-Islam saat akan mendirikan India. Mereka tak sepakat pendirian negara berdasar sektarian. Namun sebagian kalangan menuding ulama Darul Ulum tak mendukung Jinnah karena ingin mendirikan negara Islam di India.

Terlepas dari sejarah itu, nama Darul Ulum semakin kondang. Banyak santri yang datang dari luar India. Antara lain datang dari Pakistan, Afghanistan, Malaysia, Indonesia, Turki, hingga Afrika.

Salah satu yang unik adalah kurikulum yang diterapkan. Selama lebih dari seabad, kurikulum di Darul Ulum menerapkan silabus abad tujuh belas bernama Dars Nizamiyah. Garis besar kurikulum itu sesuai Alquran serta tafsirnya dan juga hadis-hadis Nabi Muhammad SAW.

Kurikulum tersebut mengajarkan berbagai macam disiplin ilmu agama dan ilmu umum seperti Fiqh, Syariah, Tafsir, Tasawwuf, literatur Arab, dan ilmu lainnya.

Darul Ulum pun menjadi model panutan sekolah-sekolah muslim di dunia. Tak hanya di India, sejumlah sekolah Islam di Bangladesh, Pakistan, Afghanistan, Inggris, Amerika Serikat, hingga Afrika Selatan, juga berafiliasi ke Darul Ulum Deoband ini.

Lebih dari lima belas ribu lulusan Darul Ulum berserak di Asia Selatan untuk menyebarkan Islam. Lulusan Darul Ulum Deoband sangat keras dalam penegakan tauhid dan penerapan sunnah. Kebanyakan dari lulusan sekolah ini menjadi tokoh-tokoh penting di India dan Pakistan.

Pendidikan di Darul Ulum Deoband ditempuh dalam delapan tahun, mulai dari Arabi Awwal hingga Daura e Hadith. Jika di sekolah umum, lulusan pendidikan ini setara dengan pendidikan pascasarjana. Murid yang lulus pendidikan delapan tahun itu akan mendapat gelar Alim atau Maulvi.

Kelas terakhir Daura e Hadith selalu digelar di basement Masjid Rasheed, yang dibangun memyerupai Taj Mahal. Tahun lalu ada 1.063 yang masuk ke kelas ini.

Hampir seperempat pelajar di Daurae Hadith mampu bertahan meneruskan pendidikan mereka untuk mempelajari 14 spesialisasi. Lulusannya setara dengan Ph.D. Kebanyakan mereka mengambil bidang fikh, sastra Arab, dan hadis. (Dari berbagai sumber)

Beri Komentar