Mengapa Badai Mengerikan Itu Punya Nama Indah

Reporter : Puri Yuanita
Senin, 3 Agustus 2015 12:41
Mengapa Badai Mengerikan Itu Punya Nama Indah
Anda masih ingat badai Katrina yang melanda Amerika Serikat pada tahun 2005 lalu? Ada pula badai-badai serupa lainnya yang memiliki nama-nama indah, seperti Rita, Emily, dan Ophelia.

Dream - Anda masih ingat badai Katrina yang melanda Amerika Serikat pada tahun 2005 lalu? Ada pula badai-badai serupa lainnya yang memiliki nama-nama indah, seperti Rita, Emily, dan Ophelia.

Mengapa peristiwa alam besar yang berdampak pada kerusakan seperti badai justru memiliki nama-nama indah layaknya seorang wanita? Ingin tahu alasannya?

Pemberian nama badai sebenarnya sudah ada sejak masa lampau. Hal ini dilakukan pertama kali oleh masyarakat Inggris. Kala itu masyarakat Inggris memberi nama badai topan menggunakan kata 'hurricane' yang diambil dari nama Dewa Huracan, yaitu dewa angin besar yang dihormati oleh bangsa Maya dari Amerika Tengah.

Menurut mereka pemberian nama badai penting dilakukan untuk mempermudah para pengamat cuaca berkomunikasi dengan masyarakat. Jika ada dua badai terjadi secara bersamaan di tempat yang berbeda misalnya, masyarakat akan lebih mudah membahas jika keduanya memiliki nama yang berbeda.

Kebiasaan ini pun akhirnya menyebar ke berbagai negara. Pada masa Perang Dunia II, para ahli meteorologi di beberapa negara seperti Amerika Serikat memberi nama badai dengan nama perempuan. Beberapa nama diambil dari nama-nama istri mereka.

Kemudian baru pada tahun 1979, National Weather Service (NWS) di Amerika Serikat resmi memberi nama dengan gabungan nama laki-laki dan perempuan. Saat ini, nama-nama tersebut pun telah diperbaharui oleh World Meteorogical Organization (WMO) atau Badan Meteorologi Dunia. Mereka menggunakan nama-nama yang singkat dan mudah diingat seperti Arlene, Bret, dan Cindy.

Penggunaan nama-nama tersebut akan berulang setiap enam tahun. Namun uniknya, nama-nama itu tidak akan digunakan lagi jika badai yang terjadi memakan banyak korban. Meski begitu penghilangan atau penggantian nama badai di tiap negara harus dilakukan dengan persetujuan WMO.

Selama ini sudah banyak nama badai yang diganti. Contohnya pada tahun 2004, nama badai George dan Matthew diganti Gaston, lalu diganti lagi menjadi Mitch. Adapula badai Keith yang diganti menjadi Kirk pada tahun 2006. Bahkan kabarnya, Katrina juga akan diganti karena badai tersebut telah memakan banyak korban. (Ism, Berbagai sumber)

 

Beri Komentar