Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pameran Seni Lukis Dalam Muktamar NU (ANTARA/Regina Safri)
Dream - Salah satu pemandangan menarik dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-33 di Jombang adalah pameran cagar budaya peninggalan Islam masa Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Peninggalan-peninggalan itu dihadirkan sesuai dengan tema Muktamar NU ke-33, yaitu Islam Nusantara.
" Kebetulan dalam kesempatan ini Muktamar NU mengangkat tema tentang Islam Nusantara, sehingga kami menampilkan tema yang sesuai dengan Islam Nusantara," kata Ketua Pameran Cagar Budaya, Kuswanto (41), sebagaimana dikutip Dream dari laman nu.or.id, Senin 3 Agustus 2015.
Menurut Kuswanto, pameran kali ini ingin menyampaikan kepada masyarakat dengan menampilkan cagar budaya sebagai tanda masuknya Islam di Nusantara pada abad ke-11, dengan bukti batu nisan Fatimah binti Maimun yang ditemukan di Gresik.
" Ada juga peninggalan kuno bekas Ibukota Kerajaan Majapahit di Trowulan, Mojokerto, yang banyak bertuliskan tahun dan gambar surya sebagai lambang Kerajaan Majapahit," jelas dia.
" Nisan-nisan kuno itu menjadi bukti bahwa pada masa Majapahit sudah masuk," tambah arkeolog yang juga Koordinator Museum Majapahit Jawa Timur itu.
Tak hanya batu nisan Fatimah binti Maimun, ada juga batu Nisan Troloyo yang bertuliskan angka tahun Jawa kuno 1298 Saka (1378 Masehi), Figuran Terakota Muslim masa Majapahit, dan dokumentasi gapura-gapura makam Sunan-Sunan yang ada di Jawa Timur.
Kuswanto berharap, pameran tersebut dapat menjadi media sosialisasi kepada masyarakat agar mengetahui masuknya Islam di Nusantara. " Islam (di Nusantara) datang secara damai, tidak ada dengan kekerasan," tegas Kuswanto. Baca Juga: Ini 3 Tempat Wisata Penuh Misteri di Jepang Ini Sejarah Mengapa Hari Minggu Jadi Hari Libur 5 Masjid Paling Ekstrem di Dunia Makin Marak, Tempat Wisata di Mesir Larang Penggunaan Hijab Bidadari Langit Sering Mandi di Air Terjun Ini Melihat `Kampung Manusia Kepiting` di Bone Menguak Misteri `Air Terjun Berasap` di Jambi Mengagumi Pesona 'Telaga Hati' di Bumi Papua Mengintip Gaya Liburan Raja Saudi Masjid Muslim Pancasila: Simbol Islam di Tengah Keberagaman Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan Paus
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya