Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masjid Syukur Madinah (Wikipedia)
Dream - Salah satu situs bersejarah bagi umat Islam adalah Masjid As Sajadah di Madinah, Arab Saudi. Tempat suci yang terletak 900 meter di utara Masjid Nabawi juga dijuluki sebagai Masjid Shukur.
Julukan itu diberikan karena masjid ini pernah digunakan oleh Nabi Muhammad untuk bersujud syukur ketika mendapat kabar gembira dari Malaikat Jibril. Kabar bahwa Allah akan memberikan rahmat dan keselamatan kepada orang yang mengucapkan shalawat dan salam kepada Rasulullah.
Dalam sebuah hadis riwayat Abdurrahman bin Auf disebutkan, kala itu Nabi Muhammad bersujud dalam waktu yang lama. Sehingga para sahabat mengira Nabi telah wafat. Namun ternyata Nabi Muhammad bersujud karena mendapat kabar dari Malaikat Jibril itu.
Namun, kini para sejarawan khawatir pemerintah Arab Saudi akan menghancurkan masjid yang terletak di Jalan Abi Dzar itu. Kekhawatiran itu muncul terkait proyek perluasan Masjid Nabawi yang tengah dijalankan pemerintah setempat.
Para sejarawan pantas saja khawatir. Sebab, sebagaimana dikutip Dream dari laman Saudi Gazette, Rabu 19 November 2014, peringatan pemutusan aliran listrik sudah dipasang di masjid yang dibangun ulang pada tahun 1421 Hijriyah itu.
Selain Masjid Shukur, sejumlah masjid lain di Madinah juga diputus aliran listriknya, sebagai tanda akan dihancurkan.
Meski demikian, para sejarawan dan masyarakat lokal belum tahu, apakah proyek perluasan akan berupa renovasi masjid ini dengan mempertimbangkan warisan arsitektur, atau untuk menghancurkan bangunan ini sepenuhnya.
Namun mereka yakin yang paling mungkin dihancurkan dari masjid-masjid itu adalah Masjid Ijabah dan Masjid Shukur ini. Kedua masjid ini sebenarnya diklasifkasikan sebagai situs Islam oleh Komisi Pariwisata dan Kepurbakalaan Saudi.
Abdullah Kabir, peneliti lanmark Madinah mengatakan, pemerintah harus berkonsultasi dengan ahli arsitektur terkait proyek perluasan ini. Tujuannya, untuk mempertahankan identitas arsitektur Masjid Shukur atau Masjid Sajadah ini.
" Masjid Sajadah tidak hanya sebagai tempat salat. Imam Al-Bayhaqi dan lainnya telah menyatakan Nabi melakukan sujud syukur di masjid ini," kata Kabir.
" Masjid ini memiliki sejarah pelestarian yang panjang yang dimulai dari abad pertama pada masa Umayyah Khalifah Umar Bin Abdul Aziz. Renovasi terakhir masjid itu dilakukan pada masa akhir Raja Fahd." (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya