6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Masjid Jami Bengkulu (http://jelajahloka.blogspot.com/)
Dream - Masjid Jami Bengkulu selalu dikaitkan dengan Bung Karno. Sebab, masjid yang terletak di Jalan Soeprapto, Kota Bengkulu, itu memang dirancang oleh presiden pertama Indonesia tersebut.
Dulunya, masjid ini terletak di Kampung Bajak, dekat dengan lokasi makam Sentot Ali Basya, teman seperjuangan Pangeran Diponegoro. Namun kemudian dipindahkan ke Jalan Soeprapto ini.
Sukarno bersentuhan dengan masjid ini saat menjalani masa pembuangan sejak 1938-1942. Di sela waktu luang, dia memanfaatkan waktu dengan mengajar di sekolah Muhammadiyah Bengkulu. Masjid inilah yang menjadi salah satu tempat egiatan Sukarno.
Kala itu, Sukarno merasa prihatin. Sebab, masjid yang cikal-bakalnya dibangun pada abad ke-18 ini kondisinya rusak. Atapnya bocor di mana-mana. Sehingga jika hujan tiba, lantainya becek.
Bangunan asli masjid ini menggunakan bahan kayu dan beratap rumbia. Sehingga mudah lapuk. Sehingga, direkonstruksilah masjid itu oleh Sukarno. Bangunan yang sekarang ini merupakan hasil rancangan insinyur lulusan Technische Hoge School (sekarang ITB) ini.
Sukarno merancang ulang atap dan tiang. Rancangan itu dibuat dengan filosofi yang ada dalam ajaran Islam. Atapnya dibuat bentuk limas dengan tiga lapisan yang menyimbolkan iman, islam, dan ihsan.
Bangunan Masjid Jami Bengkulu terdiri dari tiga bagian: ruang utama untuk salat, serambi, dan tempat berwudu. Bangunan utama berukuran 14,65 X 14,65 meter dengan tiga pintu masuk. Di dalamnya terdapat mihrab dengan lebar 1,6 meter dan tinggi 2,5 meter. Sebuah mimbar bercorak Istanbul, Turki, berdiri indah di sebelah kanan mihrab.
Sementara, bagian serambi berbentuk persegi panjang dengan ukuran 11,46 X 7,58 meter. Di luar serambi terdapat sebuah bedug dengan diameter 80 sentimeter. Sementara, bagian tempat wudhu berukuran 8,8 X 5,5 meter dengan bahan unik, batu kali dan batu karang.
(Dari berbagai sumber)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
