Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Masjid Shah Jahan (Wikipedia)
Dream - Inggris merupakan negara Eropa dengan populasi muslim yang cukup besar. Tak heran jika masjid-masjid banyak bertebaran di negara ini.
Salah satu masjid yang populer di Inggris adalah Shah Jahan Mosque yang terletak di Working, Surrey. Masjid ini bisa dibilang masjid tertua di Inggris karena dibangun pada tahun 1889.
Dan mungkin yang pertama di Eropa sejak dibangunnya Masjid Mezquita di Kordoba pada abad 8 saat kota itu masih menjadi bagian dari Kekhalifahan Umayyah.
Sejarah pembangunan Shah Jahan Mosque cukup unik. Masjid ini dibangun oleh Gottlieb Wilhelm Leitner, seorang Hungaria Yahudi.
Leitner adalah seorang ilmuwan yang menyukai dunia Timur. Pria yang menguasai 25 bahasa termasuk Bahasa Arab ini sering berkeliling di dunia Islam.
Agar bisa berbaur dengan muslim di Timur Tengah dan Asia, Leitner memakai nama Abdur Rasheed Sayyah. Kata terakhir pada namanya itu berarti petualang dalam Bahasa Arab.
Leitner ingin mendirikan sebuah institut yang khusus mempelajari budaya Timur, termasuk Islam saat kembali ke Inggris bernama Oriental Institut. Dia mendapat bantuan dana dari Begum Shah Jahan, seorang bangsawan Bhopal di India.
Awalnya, Leitner ingin membangun sebuah gereja, kuil Hindu dan sinagog. Namun yang terealisasi justru sebuah masjid.
Arsitektur masjid tersebut digambarkan bergaya India Mughal. Keindahannya tak kalah dengan Brighton Royal Pavilion yang juga memiliki gaya arsitek oriental.
Setelah Leitner meninggal pada 1899, Oriental Institut ditutup dan nasib Shah Jahan Mosque menjadi terbengkalai. Sampai pada 1913 diselamatkan oleh Khwaja Kamal-ud-Din, seorang pengacara kaya raya asal Lahore.
Selain sebagai tempat ibadah, masjid tersebut kini terdaftar sebagai bangunan cagar budaya dan tujuan wisata di Inggris.
Salah satu tokoh dunia yang pernah berkunjung ke Shah Jahan Mosque adalah Sheikh Khalid bin Mohammed Al Qasimi, penguasa Sharjah pada Juli 1968.
(Sumber: The National)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang