Misteri Besar Piramida Dikuak dengan Sinar Kosmik

Reporter : Eko Huda S
Selasa, 3 November 2015 08:00
Misteri Besar Piramida Dikuak dengan Sinar Kosmik
Para ilmuwan juga mengatakan teknologi yang sama bisa membantu menemukan kuburan rahasia di ruang pemakaman Tutankhamun, yang kemungkinan besar adalah makam Ratu Nevertiti.

Dream - Kelompok ilmuwan akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk menguak misteri piramida di Mesir. Mereka akan menggunakan infrared thermography (teknik pencitraan infra merah), scan tiga dimensi, dan juga sinar kosmik.

Dikutip Dream dari laman Daily Mail, Senin 2 November 2015, ilmuwan dan arsitek dari Mesir, Jepang, Prancis, dan Kanada, akan memetakan dua piramida di Giza dan dua di Dahsur, selatan Kairo.

Para ilmuwan juga mengatakan teknologi yang sama bisa membantu menemukan kuburan rahasia di ruang pemakaman Tutankhamun, yang kemungkinan besar adalah makam Ratu Nevertiti.

“ Kelompok khusus ini akan mempelajari piramida-piramida itu untuk melihat apakah masih ada ruang tersembunyi di sana,” kata Menteri Kepurbakalaan Mesir, Mamduh al-Damati.

“ Para ilmuwan dan arsitek akan melakukan survei melalui teknologi yang tidak merusak yang tidak membahayakan piramida,” tambah dia.

Sebelumnya, sejumlah misi penelitian telah dilakukan untuk mengungkap misteri piramida-piramida itu. Namun hingga kini para ilmuwan belum mampu menghasilkan teori yang relevan untuk menjelaskan bagaimana piramida-piramida itu dibangun.

Piramid-piramid yang akan diteliti itu adalah Piramida Khufu, yang juga dikenal sebagai Piramida Besar Giza. Piramida tertinggi ini dibangun oleh anak Snefru –pendiri dinasti ke empat Mesir (2.575 SM – 2.465 SM).

Piramida di Giza yang juga akan diteliti adalah Khafre atau Chepren yang dibangun oleh anak Khufu. Sementara, dua piramida di Dahshur dibangun oleh anak Snefru. “ Idenya (penelitian) untuk memecahkan misteri piramida,” kata Mehdi Tayoubi, salah satu ilmuwan yang terlibat penelitian ini.

Lantas, bagaimana teknik sinar kosmik akan melakukan pemindaian pada piramida? “ Sinar kosmik menghasilkan muon –partikel subatomik yang tidak stabil– ketika mereka mengenai atmosfer,” tutur Alan Duffy, astrofisikawan Universitas Swinburne, sebagaimana dikutip Dream dari laman Perth Now.

Duffy menambahkan, sinar kosmik bekerja seperti dokter akan melakukan rontgen sinar-X pada pasien patah tulang. Hasilnya dapat dilihat gambar tulang pada bagian mana yang patah.

Seperti itu pula kinerja sinar kosmik dalam penelitian ini. Namun, dalam kasus penelitian ini, bukan tulang retak yang terlihat atau dicari, merupakan kemungkinan masih adanya kamar yang tersembunyi di dalam piramida-piramida tersebut.

Teknik ini pernah dilakukan dalam berbagai penelitian. Semisal melihat kondisi di dalam gunung berapi, atau kondisi di dalam reaktor nukli Fukushima, Jepang, yang bocor setelah musibah tsunami 2011. (Ism)   Baca Juga: Menguak Misteri Kematian Cleopatra Kenapa Nyamuk Suka Terbang di Atas Kepala Fenomena Langka Tiga Planet Berjajar Akhir Bulan Ini Reaksi Otak Saat Seseorang Akan Meninggal 2100, Jazirah Arab Bakal Jadi 'Neraka' Buat Manusia Heboh Penampakan 2 Matahari, Kiamat Kian Dekat? Alasan Mengapa Kita Sulit Mengingat Masa-masa Bayi Saat Sekarat, Manusia `Dikunjungi` Kerabat yang Sudah Almarhum Menguak Rahasia Lain Piramida Alasan Mengapa Bom Atom Ciptakan Awan Jamur Raksasa Kiamat Diramal Desember 2015, Apa Kata Ilmuwan? Matahari 'Bocor', Lubang Seukuran 50 Kali Bumi Menganga

Beri Komentar