Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Kita mungkin sering merasakan nyamuk dan beberapa jenis lalat terbang berputar-putar di sekitar kepala. Hal itu karena berbagai alasan.
Rick Pollack, ahli serangga Amerika Serikat, menjelaskan jika itu nyamuk betina, maka mereka akan tertarik dengan berbagai gas dan senyawa, termasuk karbondioksida, yang dihirup atau dihembuskan oleh manusia.
Itulah mengapa nyamuk betina dengan suara khasnya yang berdengung selalu terbang di sekitar kepala manusia.
Namun anehnya hanya nyamuk betina yang melakukan hal tersebut. Apabila terdapat nyamuk jantan yang juga terbang di sekitar kepala, maka berarti mereka tengah mencoba untuk menandai tempat kawin.
Meski tidak bisa menggigit seperti nyamuk betina, nyamuk jantan mampu mendeteksi dan merespon perubahan konsentrasi karbondioksida. Dengan kemampuan ini, nyamuk jantan bisa menarik perhatian nyamuk betina yang sedang asyik bermain di sekitar kepala dan kemudian melakukan 'perkawinan massal' di udara.
Itulah kadang-kadang kita menyaksikan segerombolan nyamuk terbang dan 'memadu kasih' di sekitar bagian tubuh manusia atau di pohon yang tinggi.
Namun tidak semua nyamuk jantan dalam gerombolan itu yang bisa membuahi seekor nyamuk betina. Hanya satu yang paling beruntung dan kuat yang bisa kawin dengan nyamuk betina. Dan tidak semua jenis nyamuk melakukan tarian udara ini di sekitar kepala. Beberapa mungkin fokus pada pergelangan kaki atau daerah terbuka lainnya.
Pendapat lainnya dari Mosquito Facts: 33 Things You Didn't Know About Mosquitoes menyatakan tiga hal mengapa nyamuk selalu terbang berputar-putar di sekitar kepala. Simak halaman berikutnya!
(Ism, Sumber: Quora.com)
© Dream
Dream - Sensor kimia nyamuk mampu mendeteksi napas manusia. Mereka memiliki sensor kimia atau reseptor pada antena mereka yang bisa mendeteksi karbon dioksida yang dihembuskan manusia dan asam laktat hingga 100 kaki (36 meter) jauhnya.
Gumpalan CO2 yang kita hembuskan naik ke udara, bertindak sebagai petunjuk jalan bagi nyamuk untuk menemukan sumbernya. Mamalia dan burung mengeluarkan gas-gas ini sebagai bagian dari pernapasan normal mereka.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire

Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin
