6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Masjid Patani (delampicka.blogspot.com)
Dream - Letaknya di pesisir, dekat dengan teluk Thailand. Kawasan Patani diakui menjadi salah satu provinsi di Negeri Gajah Putih tersebut. Provinsi ini dihuni oleh mayoritas penduduk beragama Islam.
Jika dalam sejarah Nusantara tersebut kawasan Champa, Patani merupakan salah satu daerah yang masuk kawasan itu. Di provinsi ini, dulu pernah berdiri kerajaan Islam pertama Nusantara, Kerajaan Champa.
Kehidupan Muslim di sini kala itu begitu berkembang. Wilayah Patani dulu merupakan tempat pada cendekiawan Muslim menimba ilmu.
Mereka berdiskusi, berdebat, hingga tradisi intelektual maju begitu pesat. Melalui tradisi ini, Islam kemudian disebarkan di wilayah Nusantara, mulai Sumatera, Jawa, hingga Maluku.
Bukti itu terekam dari banyaknya manuskrip Islam klasik yang tersimpan rapi di sini. Manuskrip tersebut merupakan karya dari sejumlah kaum cendekia Muslim Nusantara seperti Hamzah Fanshuri, Nuruddin ar Raniri, al Palimbani, al Makassari, al Mulki, al Jawi, al Minangkabawi, dan lain sebagainya, sehingga Patani dijuluki 'Pusat Manuskrip Nusantara terbesar di dunia.
Tidak hanya itu, Patani juga menyimpan peninggalan abad kejayaan Kerajaan Islam Champa. Di sana terdapat banyak bangunan dengan arsitektur kuno seperti masjid. Peninggalan-peninggalan itu terawat dengan apik hingga saat ini.
Tetapi, kejayaan itu tinggal kenangan. Muslim Patani kini kerap mendapat perlakuan diskriminatif dari pemerintah kerajaan Thailand. Mereka diperlakukan sebagai etnis minoritas yang kerap disudutkan.
Untuk mengetahui lebih dalam, silakan baca pada tautan ini. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
