Ini Peta Negara Paling Tidak Religius

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 22 April 2015 13:31
Ini Peta Negara Paling Tidak Religius
Menurut survei terbaru, pendidikan tidak terlalu berperan dalam menentukan ketaatan seseorang dibanding dengan penghasilan.

Dream - Negara yang paling padat penduduknya di dunia ternyata juga merupakan bangsa yang paling tidak religius. Menurut sebuah survei terbaru, 90 persen warga Tiongkok menganggap diri mereka sebagai ateis atau tidak beragama.

Survei terhadap 65 negara yang dilakukan Gallup International dan WI Network of Market Research menyebutkan Tiongkok menduduki peringkat pertama sebagai bangsa yang paling tidak religius di dunia, disusul negara-negara Eropa.

Survei yang didasarkan pada 63.898 wawancara tersebut menemukan fakta bahwa meski menjunjung tinggi tradisi yang religius, banyak warganya mengaku ateis. Hal itu dikarenakan pemerintahan Tiongkok yang komunis telah berhasil menanamkan paham ateis secara meluas selama beberapa dekade.

Hadirnya Swedia di posisi kedua sebagai bangsa yang paling tidak religius cukup mengejutkan. Negara di wilayah Skandinavia ini kini semakin sekuler dalam beberapa tahun terakhir. Pengamat menemukan bahwa warga Swedia sudah mulai meninggalkan tradisi populer keagamaan seperti Natal atau Paskah.

Hanya 8 persen dari warga Swedia yang rajin menghadiri acara keagamaan, menurut pemerintah Swedia.

Negara-negara di Eropa Barat dan kawasan kepulauan di Samudra Pasifik adalah satu-satunya daerah di mana sekitar 50 persen atau lebih warganya menganggap diri mereka sebagai ateis atau tidak religius.

Di Eropa Barat, Inggris dan Belanda menduduki peringkat atas, diikuti oleh Jerman, Swiss, Spanyol dan Austria.

Di Perancis, sekitar setengah dari populasinya mengaku tidak beragama atau ateis. Meskipun fakta menunjukkan bahwa negara ini umumnya dianggap sebagai tempat kelahiran sekularisme Barat.

Dengan jumlah warga mengaku ateis sebesar 65 persen, Israel juga telah mengejutkan banyak pengamat. Menurut surat kabar Israel, Haaretz, ateisme telah mengakar kuat di masyarakat negara itu.

Banyak orang Yahudi mengaku mempraktikkan ajaran agama, tetapi menganggap diri mereka sebagai sekuler. Di Tepi Barat dan Gaza, hanya 19 persen dari seluruh responden mengatakan bahwa mereka tidak religius.

Survei juga menemukan fakta mengejutkan tentang tingkat ketaatan beragama masyarakat. Disebutkan, orang-orang berusia kurang dari 34 tahun ternyata lebih saleh daripada mereka yang berusia lebih tua.

Variabel lainnya yang cukup menarik adalah tingkat pendidikan. Disebutkan, mereka yang tidak mendapat apa yang dianggap sebagai pendidikan ternyata kelompok yang paling religius. Namun orang yang religius dominan di semua tingkat pendidikan.

" Pendidikan tidak terlalu berperan dalam menentukan ketaatan seseorang dibanding dengan penghasilan," ungkap survei tersebut.

" Mereka yang punya penghasilan menengah cenderung tinggi dan tinggi, 50 persen mengatakan lebih religius. Sementara 70 persen mereka yang berpenghasilan rendah, menengah cenderung rendah dan menengah mengaku tidak taat beribadah."

Di antara 65 negara yang disurvei, Thailand memimpin dalam daftar bangsa paling religius di dunia dengan 94 persen penduduknya menganggap diri mereka taat menjalankan ibadah. Sementara di tempat kedua dan seterusnya menyusul Armenia, Bangladesh, Georgia dan Maroko.

Beri Komentar
ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen