Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Mendikbud, Anies Baswedan, Menerima Pusaka Kyai Tjokro (Kemendikbud)
Dream - Tongkat pusaka milik Pangeran Diponegoro akhirnya dikembalikan ke Indonesia. Pusaka bernama tongkat Kanjeng Kyai Tjokro (Cakra) itu telah disimpan selama 183 tahun oleh Jean Chretien Baud, ahli waris keluarga Baud di Belanda.
Dikutip Dream dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa 10 Februari 2015, tongkat dengan ujung cakra itu diserahkan oleh anggota keluarga Baud kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, yang mewakili pemerintah Indonesia.
“Saya bersyukur, bangga, dan terharu, serta tidak menyangka bisa mewakili bangsa menerima kembali tongkat pusaka Pangeran Diponegoro,” kata Anies saat menerima tongkat Kyai Tjokro di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis yang lalu.
Anies menambahkan, seluruh masyarakat Indonesia harus bangga dan bersyukur dengan kembalinya tongkat pusaka ini. Dengan kembalinya pusaka itu, Anies berharap bisa menjadi kesempatan anak-anak muda di Tanah Air untuk bisa lebih mengapresiasi perjuangan Pangeran Diponegoro.
“Kejadian ini mungkin seperti acara biasa saja, tetapi ke depan kita akan melihat ini menjadi sesuatu yang bersejarah, dan Indonesia harus bangga,” ucap dia.
Selama di Belanda, tongkat ini disimpan oleh keluarga Baud. Tongkat ini diberikan kepada leluhur Baud pada tahun 1834, ketika itu sebagai hadiah dalam sebuah periode yang bergejolak akibat adanya persaingan politik dan hubungan kekuasaan kolonial. Seiring berjalannya waktu dan bergantinya generasi, sejak ayahanda Jean meninggal dunia pada tahun 2012, tongkat tersebut disimpan di rumah saudara perempuan bernama Erica.
Pada bulan Agustus 2013, pihak keluarga dihubungi oleh Harm Steven dari Rikjsmuseum yang menyampaikan tentang asal usul tongkat itu. Kemudian tahap terakhir dimulai, tongkat tersebut diperiksa oleh sejumlah ahli yang memastikan asal-usul tongkat yang pernah dimiliki oleh Pangeran Diponegoro.
Sebagai ahli waris dalam berbagai era sejarah, keluarga Baud sadar betapa pentingnya penemuan ini dan tanggung jawab untuk merawat tongkat pusaka tersebut. Pihak keluarga telah membahas makna dan konteks pemberian tongkat pusaka tersebut dari leluhur.
Keputusan untuk memberikan tongkat pusaka itu kembali kepada Bangsa Indonesia pun muncul. Keputusuan itu diambil, dan pameran yang didedikasikan kepada kehidupan dan karya Pangeran Diponegoro yang digelar di Galeri Nasional, Jakarta, menjadi saat yang tepat untuk menyerahkan kembali tongkat itu kepada Bangsa Indonesia. (Anda setuju dengan tindakan ini, klik di sini)
Keluarga Baud berharap bahwa penyerahan tongkat pusaka pemimpin perlawanan pada 1825-1830 ini menjadi momentum yang penting secara simbolis dalam memasuki era baru yang diisi dengan saling menghormati, persahabatan, dan kebersamaan. Baca Juga: Tentara Inggris Butuh Lebih Banyak Muslim 14 Struktur Kuno yang Seharusnya Belum Ada Pada Zamannya (II) Firaun, Istri dan Pembisik Legenda Rumah Batu Jambi Rahasia Mengucapkan Alhamdulillah, Berkhasiat Bagi Kesehatan! Gemuruh Takbir Iringi Proses Mualaf Dokter Cibinong
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari