Murka Tambora yang Mengguncang Dunia

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 14 April 2015 08:46
Murka Tambora yang Mengguncang Dunia
Gunung ini diyakini menghasilkan letusan terdahsyat sepanjang sejarah.

Dream - Pada 10 April 2015 menandai 200 tahun meletusnya Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Letusan hebat pada tahun 1815 itu telah mengubah iklim global, menyebabkan 'tahun tanpa musim panas' di belahan Bumi utara.

Tidak hanya itu, sulfur dioksida dari Gunung Tambora yang melayang-layang di atmosfer selama beberapa tahun menyebabkan, pendinginan global di Bumi dan memicu kegagalan panen, kelaparan dan wabah penyakit di Amerika Utara, Eropa dan Asia.

" Orang-orang terpaksa makan tikus dan kucing," kata Stephen Self, ahli vulkanologi di University of California, Berkely dan ahli letusan Gunung Tambora dikutip dari laman Live Science, Selasa 14 April 2015.

Dalam sebuah laporan tentang bahaya gunung berapi untuk PBB menyebutkan, negara Indonesia 30 persen berpeluang mengalami letusan gunung seperti Gunung Tambora.

Sebuah tim pakar internasional, yang dikenal sebagai Global Volcano Model Network, mengumpulkan data yang diambil dari laporan kematian dan kehancuran yang ditimbulkan oleh gunung berapi.

Kemudian dibuat peringkat negara yang paling mungkin menghadapi bencana seperti Letusan Tambora di masa depan.

Laporan, yang disebut 'Global Volcanic Hazards and Risk' tersebut akan diterbitkan pada bulan Mei oleh Cambridge University Press.

Dari hasil olah data itu, tim menemukan Indonesia masih menjadi negara yang paling berisiko mengalami letusan gunung mematikan seperti Gunung Tambora.

Untuk membuat peringkat, para ilmuwan menilai seberapa sering gunung api dalam suatu negara meletus dalam 10.000 tahun terakhir dan bahaya yang ditimbulkannya.

Salah satu peristiwa vulkanik yang paling mematikan dalam 400 tahun terakhir adalah lahar yang turun dengan cepat dari Gunung Nevado del Ruiz di Kolombia yang meletus pada tahun 1985, menewaskan lebih dari 23.000 orang.

Setelah Indonesia, negara yang paling terancam letusan gunung berapi yang dahsyat adalah Filipina, Jepang, Meksiko, Etiopia, Guatemala, Ekuador, Italia, El Salvador dan Kenya.

Letusan Gunung Tambora bukan berarti tidak didahului peringatan. Gunung tersebut pertama kali menimbulkan gempa pada 1812.

Sebelumnya, Tambora tidur selama lebih dari 1.000 tahun dan banyak warga desa yang tinggal di lereng gunung berapi yang subur itu tidak merasa terancam. Karena tidak ada evakuasi sebelum tahun 1815, lebih dari 10.000 orang tewas oleh aliran piroklastik dan tsunami.

" Letusan sebesar itu saat ini pasti akan memiliki efek besar pada lalu lintas udara serta sirkulasi atmosfer di seluruh dunia," kata Self.

Lebih dari 278.000 orang tewas oleh letusan gunung berapi sejak 1600, menurut laporan tersebut. Hanya dengan lima letusan telah menyebabkan 58 persen kematian yang tercatat (termasuk Tambora).

Dari semua kematian, 33 persen tewas oleh aliran piroklastik dan 20 persen oleh tsunami; 14 persen lainnya tewas dalam lahar.

Hanya 887 orang meninggal akibat lava. 24 persen lainnya tewas secara tidak langsung yaitu karena kelaparan dan penyakit. Abu panas, longsoran material, petir dan bahaya lainnya menjadi penyebab kematian sisanya. Gunung berapi dapat memicu tsunami dari tanah longsor atau letusan bawah air. (Ism) 

2 dari 6 halaman
asset dream.co.id
Beri Komentar
Alasan Nada Zaqiyyah Terjun Sebagai Desainer Fashion Muslim