Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (www.spaulforrest.com)
Dream - Menurut sebuah film dokumenter terbaru. Orang Arab Andalusia dan Afrika dari Mali konon merupakan salah satu dari penjelajah pertama yang menemukan Benua Amerika, sekitar 180 tahun sebelum Columbus tiba di sana.
Film dokumenter tersebut merupakan bagian dari pembukaan Konferensi dan Pameran Pendidikan Tinggi Internasional oleh Menteri Pendidikan Arab Saudi Azzam Al-Dakhil pada Rabu kemarin di Universitas Taibah, Madinah.
Khaled Abul Khair, pejabat universitas, mengatakan materi untuk film dikumpulkan lebih dari dua setengah tahun dari berbagai pusat penelitian khusus seperti Pusat Studi Andalus di Maroko, Sao Paulo University di Brasil, Federal University of Bahia, Duchess Luisa Isabel Alvarez Archive di Spanyol, dan lembaga penelitian di Mali.
Sutradara film ini juga berkonsultasi kepada lebih dari 33 peneliti dan profesor universitas serta sejarawan di Spanyol, Maroko, Brasil, Mali dan Senegal.
Informasi tersebut dibenarkan oleh sejarawan Barat dan Afrika. Hal ini menunjukkan bahwa jauh sebelum Columbus, penjelajah dari Asia, Afrika dan Eropa, termasuk Fenisia, Jepang, Viking Skandinavia dan seorang penjelajah Muslim Tiongkok telah mengunjungi Amerika.
"Kami juga memiliki bukti tentang peran orang-orang Arab Andalusia dan Raja Abu Bakar II dari Mali yang melakukan perjalanan dengan pasukannya ke Brasil 180 tahun sebelum Columbus," ujar Abul Khair.
Ia menambahkan, ada juga bukti yang menunjukkan bahwa Arab Andalusia, di awal kejatuhan mereka pada abad ketiga belas, telah memindahkan banyak peradaban ke Timbuktu di Mali.
Abul Khair mengatakan film dokumenter tersebut disusun berdasarkan fakta-fakta ilmiah yang dilaporkan oleh para sarjana Barat yang ia temui selama perjalanannya ke Spanyol dan Brasil.
Hal ini juga didasarkan pada dua buku yang ditulis oleh Alvarez, yang menjadi bangsawan kota Medina-Sidonia di Spanyol. Dua buku tersebut adalah We Were Not Us (1992) dan Africa Confronts Africa (2008).
Film ini dialihbahasakan ke berbagai bahasa, termasuk Spanyol, Portugis, Perancis, Arab dan Inggris. Untuk musiknya diciptakan oleh komposer Inggris Ali Keeler dengan pengaruh dari Eropa, Asia dan Afrika.
(Ism, Sumber: Arab News)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?


WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?

JKT48 dan Bernadya Tampil di AXIS Nation Cup 2026, Bikin Grand Final Makin Meriah!