5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Dream - Pemerintah Turki berencana mewajibkan murid-murid sekolah agama di Turki untuk mempelajari bahasa Ottoman. Saat ini mata pelajaran bahasa kuno itu menjadi mata pelajaran pilihan di sekolah umum.
Namun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersumpah mewajibkan semua warga Turki untuk belajar bahasa nenek moyang mereka itu.
" Ada yang tidak ingin bahasa ini diajarkan," kata Erdogan di sebuah pertemuan dewan agama di Angkara, belum lama ini.
Namun, suka atau tidak, Erdogan menyatakan bahasa Ottoman harus dipelajari dan diajarkan di negara itu.
Pelajaran bahasa Ottoman pastinya akan membantu mengembalikan kejayaan Turki yang hilang. Kejayaan yang sebelumnya dihancurkan oleh Mustafa Kemal Ataturk, Bapak Turki Modern, yang menghapus bahasa Turki Ottoman sejak 1928.
Sebenarnya rakyat Turki tidak mempersoalkan pelajaran tambahan bahasa Ottoman. Namun mereka keberatan dengan aturan yang mewajibkan setiap warga Turki untuk belajar bahasa kuno tersebut.
" Kami tidak menentang instruksi pelajaran bahasa Ottoman tetapi gagasan yang mewajibkannya," kata wartawan Turki Arzu Kaya-Uranli di New York melalui Twitter.
" Tidak ada yang bisa mengajari anak-anak saya sejarah era Ottoman atau Arab dengan paksa," kata Huseyin Aygun, seorang anggota parlemen oposisi utama Partai Rakyat Republik.
Proposal soal kewajiban belajar bahasa Ottoman memiliki kelemahan. Seperti bahasa Latin, bahasa Ottoman adalah bahasa yang sudah mati.
Lebih jauh lagi, jika bahasa Ottoman diwajibkan, dari mana Pemerintah Turki menemukan 150 ribu guru yang menguasai bahasa tersebut? Tentu, pemerintah Erdogan akan membutuhkan dana besar untuk melatih mereka.
Dana tersebut lebih baik digunakan untuk memperbaiki sistem pendidikan Turki. Seperti diketahui, menurut Organization for Economic Co-operation and Development, Turki menempati posisi 44 dari 66 negara untuk matematika, membaca dan sains.
Selain itu, dalam laporannya pada 2014, British Council and the Economic Policy Research Foundation di Turki menemukan bahwa lebih dari 95 persen orang Turki tidak dapat menjawab pertanyaan yang relatif sederhana dalam bahasa Inggris.
(Sumber: aljazeera.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?