Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Beasiswa Gratis (shutterstock)
Dream - Keterlibatan ilmuwan wanita dalam riset dan inovasi, khususnya di sektor kesehatan, memiliki peranan penting untuk keberagaman ide dan kreativitas.
Namun sayangnya, partisipasi ilmuwan wanita dalam penelitian terkait ilmu pengetahuan masih terbilang kecil. Tidak lebih dari 30 persen dari jumlah ilmuwan di Indonesia.
Karena itu, program Dexa Award Science Scholarship dari Dexa Group, diharapkan dapat menumbuhkan minat berinovasi dan melakukan riset di sektor kesehatan khususnya bagi calon ilmuwan wanita di Indonesia.
“ Perspektif wanita sangat dibutuhkan dalam seluruh sektor kehidupan. Kami ingin mendorong wanita Indonesia untuk berani berinovasi, berani melakukan penelitian, dan menggeluti dunia sains secara konsisten,” kata Leader Dharma Dexa, Gloria Haslim dalam keterangan tertulis, Sabtu 10 Februari 2019.
Partisipasi perempuan dalam ilmu pengetahuan atau sains belum sesuai harapan, padahal pembangunan berkelanjutan terutama dalam aspek kesehatan sangat bergantung pada semua prespektif, ide, kreativitas dan bakat baik dari pria dan wanita.
Partisipasi ilmuwan wanita di Indonesia yang masih kurang, dibenarkan oleh Peneliti dari Eijkman Institute, Profesor Herawati Sudoyo, PhD. Berdasarkan data UNESCO terakhir, jumlah ilmuwan di Indonesia hanya sekitar 30 persen. Angka ini sekitar 26.000 orang.
“ Tidak banyak ilmuwan wanita yang konsisten dengan karirnya, padahal jumlah lulusan dari fakultas terkait sains banyak,” tutur Gloria.
Untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan mendorong kesetaraan gender, meningkatkan partisipasi dari calon ilmuwan, termasuk ilmuwan wanita, Dexa Group menggelar Dexa Award Science Scholarship 2019.
Dexa Award Science Schoalrship (DASS) adalah program beasiswa penuh S2 termasuk pemberian dana penelitian, yang ditujukan bagi mahasiswa di seluruh Indonesia.

Melalui program DASS ini, para peserta yang lolos seleksi dan dinyatakan sebagai tiga pemenang terbaik, berhak mendapatkan kesempatan kuliah S2 di kampus mana pun berakreditasi A di Indonesia dan memiliki kesempatan berkarir di Dexa Group.
“ Semoga kesempatan program beasiswa S2 ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan kesehatan rakyat dan negara Indonesia, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, di mana tahun 2019 APBN difokuskan ke investasi bidang sumber daya manusia,”
kata Dr. Raymond Tjandrawinata, Ketua Panitia DASS 2019.
Cara gampang tinggal daftarkan diri www.dexascholarship.com, sebelum 15 April 2019, serta raih hadiah total senilai Rp1 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya