Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penggali Kubur
Dream - Ini kisah yang tertulis dalam kitab Mukasyafah Al Qulub, karangan Imam Ghazali. Cerita tentang pemuda penggali makam yang suka mencuri kafan pembungkus jasad yang telah dia kuburkan.
Pada suatu hari, dia mencuri kain kafan jenazah seorang gadis yang baru dikuburkan. Namun, saat itu membuat nafsunya bangkit. Pemuda itu lalu menyetubuhi jasad gadis itu.
Namun, pemuda itu kemudian menyesal. Dia terus menangis di depan rumah Rasulullah. Sehingga terlihat Umar Al-Khattab dan membuatnya menghadap Rasulullah SAW sambil menangis.
Melihat Umar menangis, Rasulullah bertanya, " Wahai Umar, apakah yang membuat engkau hingga menangis seperti ini?"
Jawab Umar, " Ya Rasulullah, ada seorang di muka pintu ini yang yang sudah membakar hatiku."
Berkata Rasulullah, " Ya Umar, bawalah ia masuk." Lalu Umar membawa pemuda yang tengah menangis itu masuk.
Bertanya Rasulullah, " Apakah yang sudah engkau kerjakan hingga engkau menangis?"
Pemuda itu menjawab, " Wahai Rasulullah, saya telah lakukan dosa yang besar! Saya sangat takut pada Allah SWT yang sangat murka kepadaku."
" Apakah Anda mempersekutukan Allah?"
" Tidak Ya Rasulullah."
" Apakah Anda membunuh jiwa yang Anda tiada hak membunuhnya?"
" Tidak Ya Rasulullah."
" Allah akan mengampunkan dosa anda meskipun sebesar tujuh petala langit dan bumi dan bukit-bukit."
" Wahai Rasul Allah, saya sudah lakukan dosa yang lebih besar dari langit, bumi dan bukit-bukitnya."
" Apakah dosamu itu semakin besar dari Arsy?"
" Dosaku lebih besar."
“ Apakah dosamu lebih besar dari maaf Allah?”
“ Maafnya lebih besar?”
“ Sesungguhnya tidak bisa mengampun dosa besar kecuali Allah yang Maha Besar, yang besar pengampunan-Nya.” Rasulullah bersabda lagi “ Katakanlah wahai pemuda, dosa apakah yang sudah engkau lakukan?”
“ Saya malu akan memberitahumu, Ya Rasulullah.”
Rasulullah bertanya dengan kuat “ Beritahu saya apakah dosamu itu?”
“ Begini Ya Rasulullah, kerjaku yaitu sebagai penggali kubur. Saya sudah lakukan kerja menggali kubur selam 7 tahun. Disuatu hari, saya menggali kubur seorang gadis dari kaum Ansar. Setelah saya menanggalkan kain kafannya, jadi saya tinggalkan ia. Tak jauh saya meninggalkannya, jadi naiklah nafsuku. Oleh kerana tidak bisa menahan nafsu, saya kembali pada mayat itu lantas akupun menyetubuhinya. Setelah saya memuaskan nafsu, jadi saya tinggalkan dia. Belum jauh saya mengedar dari situ, tiba-tiba gadis itu bangun dan berkata, ‘Celaka benar anda wahai pemuda! Bukankah anda berasa malu pada Tuhan yang bakal membalas pada hari pembalasan kelak! Apabila tiba masanya setiap orang yang zalim bakal dituntut oleh yang teraniaya! Kau biarlah saya telanjang serta kau hadapkan saya pada Allah S. W. T dalam kondisi junub!’ ”
Usai Rasulullah mendengar info dari pemuda itu, dengan segera Rasulullah bangun sembari bersabda “ Hai orang yang fasik!, memang layak anda masuk neraka dan keluarlah anda dari sini”
Sepanjang 40 hari pemuda itu memohon ampun pada Allah dan saat malam ke 44, ia melihat ke langit sambil berdoa “ Ya Allah, Tuhan pada Rasulullah, Nabi Adam dan Udara, bila Engkau sudah mengampunkannu, jadi beritahulah Rasulullah S.A.W dan para sahabatnya. Bila tak, jadi kirimkan pada saya api dari langit dan bakarlah saya didunia ini dan selamatkan saya dari seksa akhirat.”
Tak berapakah lama selepas momen itu, turunlah Malaikat Jibril A.S menjumpai Rasulullah. Selepas berikan salam Jibril A. S berkata “ Wahai Muhammad, Tuhanmu berikan salam padamu.”
Jawab Rasulullah S.A.W “ Dialah Assalam dan daripada-Nya salam dan kepada-Nya semua keselamatan.”
“ Allah bertanya, apakah anda yang jadikan makhluk?”
“ Dialah Allah yang jadikan segala makhluk.”
“ Adakah anda yang memberi rejeki pada makhluk?”
“ Dialah Allah yang memberi rejeki pada saya dan makhluk-makhluk yang lain.”
“ Apakah anda berikan taubat pada mereka?”
“ Dialah Allah yang terima taubat dariku dan mereka.”
“ Allah berfirman, maafkanlah hamba-Ku itu kerana Saya sudah memaafkannya.”
Jadi segera baginda memanggil pemuda itu dan menjelaskan padanya bahawa Allah sudah terima taubatnya dan memaafkannya.
Baca kisah selengkapnya di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya