Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto Ilustrasi Shutterstock)
Dream - Tren hijab di kalangan muda maupun tua kini semakin marak diperbincangkan. Busana muslim yang dulu terkesan tua kini justru menjadi tren bagi sejumlah kalangan muda.
Mulai dari paduan warna hingga desain simpel nan elegan menjadi pilihan sejumlah hijabers.
Namun sayang adanya beberapa hijabers yang mengenakan busana muslim tak sesuai dengan syariat Islam.
Alih-alih kreativitas sendiri, para hijabers itu justru mencoreng nilai hijab itu sendiri. Berikut ini merupakan hijab yang tak seharusnya dikenakan muslimah:

Memakai hijab dengan bahan tipis memang terlihat modis. Dan bahan ini sangat cocok bagi para muslimah yang berada di daerah yang panas.
Sehingga rasa panas tidak begitu membunuh mereka. Namun, jilbab dengan bahan inilah yang justru membuat dosa. Rosulullah SAW menyebut hal seperti ini dengan sebutan “ berpakaian tapi telanjang”.
Sudah jelas bahwa yang ini salah, berhijab untuk menutupi aurat, tetapi kenapa malah mengumbar aurat.
Muslimah diwajibkan memakai hijab agar menutupi kulit serta lekuk tubuh yang menggoda para kaum adam. Namun, kini para muslimah seakan-akan mengacuhkan ketentuan itu.
Mereka memang berhijab sesuai perintah, tetapi lekuk-lekuk tubuh mereka masih saja terlihat. Bahkan sebagian dari muslimah tersebut berhijab hanya untuk menonjolkan lekuk tubuh mereka.
Hal seperti inilah yang menambah isi dompet dosa mereka. Sesungguhnya Islam telah mengajarkan menutup bukan membalut.
Celana jins dan kaos lengan panjang identik pakaian laki-laki. Pakaian-pakaian tersebut tidak jarang juga dipakai oleh para muslimah.
Walaupun mereka memakai hijab, namun hijabnya tidak menjuntai hingga dada. Terlebih lagi dipadu dengan kaos lengan panjang serta celana jeans.
Seperti seorang laki-laki yang memakai kerudung. Gaya seperti ini tidak boleh dirpaktekkan oleh para muslimah. Karena gaya seperti ini adalah dosa bagi para muslimah. Seperti yang tertera dalam Al-quran surat An-Nur ayat 31.
Zaman memang sudah berkembang, begitu juga dengan model-model berbusana. Namun, peraturan tidak lah berubah sedikitpun.
Begitu halnya peraturan berhijab. Para muslimah hendaknya benar-benar mengetahui bagaimana tata cara berhijab yang benar.
Karena, hal yang paling membuat dosa adalah salah pengertian tentang berhijab. Sebagai contoh apabila mereka berhijab tetapi membuat seperti wanita kafir.
Seperti berhijab namun pahanya masih jelas terlihat, berhijab namun dada tetap dipamerkan. Dengan demikian, berhijab justru membuat mereka semakin berdosa saja. Jadi, pelajarilah peraturan-peraturannya terlebih dahulu sebelum bertindak.
Dream - Tujuan akhir umat muslim dalam mencapai hidupnya adalah surga. Untuk masuk rumah Allah SWT, ibadah menjadi nilai utama sebagai syarat.
Dalam beberapa hadits disebutkan sebagian besar Islam yang menjadi penghuni terakhir masuk surga adalah kaum wanita.
Apa saja yang membuat para pendamping kaum adam itu yang menghambat masuk surga. Berikut beberapa hadits yang menyebutkan kendala kaum hawa masuk surga.
Cara berpakaian para wanita sekarang ini dengan menonjolkan sisi sensualnya, seakan merupakan hal lumrah ditampilkan ke masyarakat umum. Pakaian serba ketat dan menonjolkan lekukan tubuh seakan menjadi kebanggaan wanita saat ini.
Cara berpakaian seperti ini sebenarnya bisa membawa kaum hawa menjadi penghuni terakhir masuk surga. Karena dengan berpakaian seperti itu bisa menggoda kaum adam.
" Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat; kaum membawa cambuk seperti ekor sapi, dengannya ia memukuli orang dan wanita-wanita yang berpakaian (tapi) telanjang, mereka berlenggak-lenggok dan condong (dari ketaatan), rambut mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan sejauh ini" . (HR. Muslim).
Dalam hadits tadi disebutkan beberapa sifat wanita yang diancam tidak mencium bau surga di mana disebutkan, yaitu para wanita yang: (1) berpakaian tetapi telanjang, (2) maa-ilaat wa mumiilaat, (3) kepala mereka seperti punuk unta yang miring.
Apa yang dimaksud ketiga sifat ini?
Berikut keterangan dari Imam Nawawi dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim.
(1) Wanita yang berpakaian tetapi telanjang
Ada beberapa tafsiran yang disampaikan oleh Imam Nawawi:
- wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.
- wanita yang menutup sebagian tubuhnya dan menyingkap sebagian lainnya.
- wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan warna badannya.
(2) Wanita yang maa-ilaat wa mumiilaat
Ada beberapa tafsiran mengenai hal ini:
1. Maa-ilaat yang dimaksud adalah tidak taat pada Allah dan tidak mau menjaga yang mesti dijaga. Mumiilaat yang dimaksud adalah mengajarkan yang lain untuk berbuat sesuatu yang tercela.
2. Maa-ilaat adalah berjalan sambil memakai wangi-wangian dan mumilaat yaitu berjalan sambil menggoyangkan kedua pundaknya atau bahunya.
3. Maa-ilaat yang dimaksud adalah wanita yang biasa menyisir rambutnya sehingga bergaya sambil berlenggak lenggok bagai wanita nakal. Mumiilaat yang dimaksud adalah wanita yang menyisir rambut wanita lain supaya bergaya seperti itu.
(3) Wanita yang kepalanya seperti punuk unta yang miring
Maksudnya adalah wanita yang sengaja memperbesar kepalanya dengan mengumpulkan rambut di atas kepalanya seakan-akan memakai serban (sorban). (Lihat Syarh Shahih Muslim, terbitan Dar Ibnul Jauzi, 14: 98-99).
Ada beberapa gaya yang bisa kita saksikan dari mode wanita muslimah saat ini yang diancam tidak mencium bau surga berdasarkan hadits di atas:
1. Wanita yang memakai pakaian tipis sehingga kelihatan warna kulit.
2. Wanita yang berpakaian tetapi telanjang karena sebagian tubuhnya terbuka dan lainnya tertutup.
3. Wanita yang biasa berhias diri dengan menyisir rambut dan memakerkan rambutnya ketika berjalan dengan berlenggak lenggok.
4. Wanita yang menyanggul rambutnya di atas kepalanya atau menambah rambut di atas kepalanya sehingga terlihat besar seperti mengenakan konde (sanggul).
5. Wanita yang memakai wangi-wangian dan berjalan sambil menggoyangkan pundak atau bahunya.
Semoga Allah memberi petunjuk pada wanita muslimah untuk berpakaian yang sesuai petunjuk Islam. Karena penampilan seperti ini yang lebih menyelamatkan mereka di dunia dan akhirat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya