7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi/Shutterstock
Dream - Baitul Wakaf menggelar Aksi Wakaf Fest 2020 untuk pertama kalinya pada September 2020 sebagai upaya meningkatkan literasi wakaf di Tanah Air.
Sebagai peresmian sekaligus pembukaan Wakaf Fest, hadir Pembina Baitul Wakaf Dr. Nashirul Haq, Lc, MA yang dalam sambutannya mendorong agar gerakan wakaf produktif terus digelorakan di Indonesia.
Menurutnya, masyarakat perlu diedukasi tentang wakaf dan manfaat wakaf produktif.
“ Literasi wakaf mesti terus digalakan, masyarakat banyak yang belum memahami wakaf dan wakaf produktif. Setidaknya hal ini bisa kita ketahui juga dari rilis Puzkas Baznas dan BWI Indeks Literasi Wakaf (ILW) secara nasional secara keseluruhan mendapatkan skor 50,48 masuk dalam kategori rendah, tentu ini menjadi tantangan bagi kita semua,” ujar Nashirul.
Aksi Wakaf Fest 2020 dengan tema “ Momentum Indonesia Bangkit” yang digelar Baitul Wakaf melalui aplikasi Zoom pada Kamis, 24 September 2020 kemarin menghadirkan beberapa narasumber di antaranya adalah Dr. Hendri tanjung dari Badan Wakaf Indonesia, Coach Dr Fahmi yang merupakan board grounded business coaching dan Pembina Baitul Wakaf sekaligus founder beberapa perusahaan start up.
Sementara itu, Asih Subagyo selaku Ketua Bidang perekonomian Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah yang turut menjadi pembicara mengatakan mengenai fungsi wakaf dan perannya yang juga dapat meningkatkan perekonomian nasional.
“ Wakaf setidaknya ada empat fungsi utama yaitu: fungsi ibadah, ekonomi, sosial dan juga akhlak. Karenanya kita mesti saling bantu. Dengan wakaf atau sedekah akan menurunkan biaya ekonomi. Sehingga price turun, transaksi akan naik. Ekonomi akan bagus,” ungkap Asih.

Masing-masing narasumber mendorong peran wakaf untuk dikembangkan dalam berbagai sektor produktif dan semua pihak bisa menjadi bagian untuk ikut terlibat dengan mendukung sejumlah project-project wakaf yang telah eksis.
“ Kondisi sulit dan pendemi seperti ini membuat 48% atau 30 juta UKM jatuh. Maka, spirit entrepreneurial mesti dibangkitkan, karena kita tahu banyak bisnis besar terlahir dalam situasi sulit," ujar Coach Fahmi dalam sessi presentasinya mengenai peran wakaf untuk UMKM dalam situasi pandemi memaparkan.
" Maka, bagaimana peran kita dengan mengembangkan wakaf produktif berada ditangan yang tepat,” tambahnya.
Acara ini diakhiri dengan sesi sharing session yang dilakukan secara interaktif dengan sejumlah narasumber dan peserta virtual yang mengikuti acara dan penyampaian informasi untuk Aksi Wakaf Fest selanjutnya akan diadakan pada Oktober 2020 mendatang dengan tema Inovasi, Kolaborasi dan Wakafpreneurship.

Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?