Muffest 2019 `Singularity`: 100 Desainer dan 400 Exhibitor

Reporter : Cynthia Amanda Male
Selasa, 27 November 2018 07:43
Muffest 2019 `Singularity`: 100 Desainer dan 400 Exhibitor
Selain fashion show, acara IFC ini juga menghadirkan 400 exhibitor yang terbagi menjadi zona Textile, Syar'i, Mens Wear, Urban, Sports Wear, Leather dan Ethnic.

Dream - Memasuki penghujung tahun, bukan berarti industri fashion muslim Indonesia berhenti berputar dan berkarya.

Para praktisi fashion muslim justru sedang gencar mempersiapkan perhelatan MUFFEST (Muslim Fashion Festival) yang akan digelar pada 2-5 Mei 2019 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center.

" Ini bukan sekedar event. Muffest juga bertujuan mengembangkan retail fashion industry. B2B (business to business) adalah tujuan awal. Diharapkan acara ini akan sangat besar dari sisi bisnis dan digaungkan," ujar Ali Charisma, National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) di Pacific Place, Jakarta Pusat, 26 November 2018.

Acara itu bakal menampilkan karya lebih dari 100 desainer dengan tema yang mengacu pada Indonesia Trend Forecasting 2019/2020, yaitu 'Singularity'.

 Siap-Siap Menuju Muslim Fashion Festival 2019© MEN

(Foto: Cynthia Amanda Male/Dream)

Tema itu terbagi lagi menjadi 4 sub tema, Exuberant, Neo Medieval, Svarga dan Cortex.

" Svarga itu gayanya lebih etnik. Neo Medieval itu lebih bold. Yang muda itu cocok sama tema Cortex dan yang mapan serta elegan itu cocok ke tema Exuberant," jelasnya.

Mungkin tidak banyak perubahan yang bisa ditemukan dalam pagelaran ini. Namun, target pengunjung dan jumlah pakaian bergaya sporty akan lebih banyak dari tahun lalu.

" Pengunjungnya insya Allah meningkat 20 ribu orang dibandingkan tahun lalu. Kalau fashion show, kita akan highlight muslim wear bergaya sporty. Nanti ke depannya akan banyak budaya traveling. Jadi, bagaimana caranya supaya nggak panas," imbuhnya.

Selain fashion show, acara IFC ini juga menghadirkan 400 exhibitor yang terbagi menjadi zona Textile, Syar'i, Mens Wear, Urban, Sports Wear, Leather dan Ethnic.

Akan diadakan juga talkshow, fashion presentation, photo contest, vlogger competition, influencer gathering dan kompetisi seperti Catch Your Style, Next Face MUFFEST 2019 dan Modest Young Designer Competition.

Dukungan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan Kementerian pun tidak luput dari acara ini. Kementerian Perindustrian memfasilitasi acara ini untuk launching internasional di acara 'La Mode Sur La Seine a Paris di Kota Paris, Perancis. (ism)

 

1 dari 1 halaman

Gebrakan 4 Desainer Modest Wear Pukau Panggung Muffest 2017

Dream - Dunia fashion tak bisa dipisahkan dari kecantikan. Kedua aspek ini saling mendukung, menciptakan perpaduan yang harmonis dalam penampilan di atas panggung maupun gaya sehari-hari.

Itulah yang terus dipertahankan Wardah Cosmetic. Produsen kosmetik halal ini kembali mendukung empat desainer modest wear di panggung mode Tanah Air.

Jika biasanya Wardah terkenal dengan ZBDR (Zaskia Sungkar, Barli AsmaraDian Pelangi, dan Ria Miranda), pada gelaran Muslim Fashion Festival (Muffest) 2017, brand kecantikan ini menggandeng desainer Irna Mutiara, Deden Siswanto, Rani Hatta, dan Anniesa Hasibuan.

Keempat desainer kenamaan ini menutup gelaran hari ke tiga pada Sabtu, 8 April 2017, dengan penampilan yang memukau. Mereka membawakan rancangan dengan ciri khasnya masing-masing. Terlihat dari cutting dan pemilihan warna yang colorfull.

Dimeriahkan oleh penampilan Dewi Sandra yang menyanyikan lagu terbarunya, serta tak ketinggalan dengan kehadiran empat artis sebagai muse yang membawakan baju masing -masing desainer. Di antaranya Olla Ramlan, Donita, ZeeZee Zahab, dan Ineke Koesherawati.

" Tahun ini kami ingin menguatkan komitmen utuk mendukung perkembangan industri busana Muslim. Lewat program Wardah Fashion Journey kami berkolaborasi dengan empat desainer yang tampil dalam Wardah Y ouniverse," jelas Publik Relation Wardah, Sulika, di Jakarta Convencion Center (JCC), akhir pekan lalu.

Irna Mutiara yang membawa brand Irna La Perle membuka panggung dengan menampilkan koleksi Fidelium. Disusul parade para model yang membawakan rancangan Deden Siswanto. Desainer asal Bandung itu menampilkan koleksi bertema Bolivarymien.

 

 Muffest 2017© Muffest

Sedangkan Rani Hatta yang memboyong koleksi bertema Crossing memberi suguhan busana-busana yang kasual. Masih dengan garis potongan yang tegas dan clean, Rani memberikan pilihan boomber jacketlong vestlong outer, dan rok tutu yang girly.

 

Sementara, Anniesa Hasibuan menutup panggung dengan busana bertemakan Tranquilla. Anniesa mengaku, koleksinya masih turunan dari koleksi Drama yang dibawanya ke panggung New York Fashion Week beberapa waktu lalu.

 Muffest 2017© Muffest

" Kami ambil dari beberapa New York yang bertema Drama. Kami padukan tema dari Wardah. Jadi dibawa ke warna nude, yang kalem," tutup Anniesa.

Beri Komentar