Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anak Bermain Musik (Foto: Youtube)
Dream - Saat lahir, pada otak bayi terdapat 100 miliar neuron dan akan tumbuh triliunan koneksi sel otak, yang disebut neural sinapsis. Jika koneksi ini tidak sering-sering distimulasi, bisa jadi tak berfungsi maksimal atau malah hilang begitu saja.
Sangat penting untuk memberikan stimulasi yang terus-menerus pada bayi Anda. Perkembangan otak bayi begitu pesat. Faktanya, koneksi yang terstimulasi dengan baik akan membuat bayi nantinya memiliki penalaran yang baik, perencanaan matang hingga dan kemampuan bahasa serta komunikasi yang mumpuni.
1. Main dengan anggota tubuh
Bermain ciluk-ba, bernyanyi " kepala pundak" atau " kalau kau suka hati" , mungkin terdengar sederhana bagi Anda. Tapi dengan mengajarkannya, merangsang anak untuk mengikuti
instruksi yang diberikan, otaknya bekerja untuk meresponsnya. Anak juga jadi mengenal anggota-anggota tubuhnya.
2. Sentuhan
Jarak saat mengganti popok bayi adalah jarak ideal untuk menarik perhatian anak ke mulut Anda dan berbicara. Saat tersebut juga waktu yang tepat untuk memberikan sentuhan dengan maksimal. Berikan sentuhan pada perut, punggung dan kepala sesering mungkin. Studi menunjukkan bahwa bayi yang banyak disentuh cenderung memiliki otak yang lebih besar.
3. Kenalkan ragam suara
Jangan lupa kenalkan beragam suara, bisa dengan lagu atau melalui mainan penuh bebunyian. Kenalkan suara bebek, ayam, kucing, kuda, serta suara binatang lainnya yang sering ditemui. Perdengarkan juga musik-musik, bisa berupa nyanyian selawat, musik klasik dan lagu anak-anak. Musik dan suara bisa dengan mudah merangsang respons otak, sel-sel yang terkandung di dalamnyanya jadi lebih aktif.
4. Bacakan buku
Buatlah si kecil tertarik dengan buka. Kini banyak sekali buka untuk bayi yang terbuat dari kain dengan beragam tekstur. Bercerita atau mendongeng ini sangat penting untuk merangsang kemampuan berbicaranya. Anak jadi mengenal banyak kosakata, ia pun bisa melihat bagaimana ragam emosi saat orangtuanya membacakan cerita.
(Sumber: Oh Baby Magz)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya