Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Crab Stick. (Source: Shutterstock)
Dream - Jika pernah makan shabu-shabu, mungkin kamu pernah mencicipi atau suka mengonsumsi crab stick. Rasanya kenyal dan lezat, cocok disantap bersama kuah yang gurih.
Dari namanya, mungkin kamu mengira crab stick merupakan makanan olahan kepiting. Padahal, crab stick sebenarnya terbuat dari daging ikan seperti pollock, makarel, kod, atau barakuda.
Lalu, daging ikan tersebut dijadikan pasta dan dicampur dengan ekstrak kepiting sebagai perasa buatan.
Dalam 35 gram crab stick sendiri mengandung 81 kalori, 13 gram karbohidrat, 6 gram protein, 0,4 gram lemak, 0,4 gram serat makanan, 37 miligram magnesium, 0,5 mikrogram vitamin B12, dan 0,1 miligram vitamin B6.
Kandungan nutrisi tersebut cukup rendah. Bahkan jika dibandingkan dengan kepiting asli, protein, vitamin B12, serta seleniumnya lebih rendah.
Di samping rendah nutrisi, crab stick juga bisa berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering dan berlebihan. Dilansir Sehatq.com, berikut dampak buruk crab stick bagi kesehatan tubuh.
Crab stick bisa menyebabkan alergi jika kamu memiliki pantangan makan kepiting maupun makanan yang mengandung gluten. Perhatikan kandungan crab stick jika ingin mengonsumsinya.
Berisiko menyebabkan usus bocor dan peradangan
Selain alergi, gluten pada crab stick juga bisa berpotensi menyebabkan usus bocor, diare, kembung, sakit perut, serta kelelahan. Terutama, jika kamu mengidap penyakit celiac.
Berisiko meningkatkan kadar gula darah
Kandungan karbohidrat tinggi pada crab stick bisa memicu peningkatan gula darah. Apalagi, kandungan seratnya sedikit. Akibatnya, kamu bisa mengalami gangguan pencernaan serta memicu risiko diabetes.
Seperti makanan lainnya, crab stick juga mengandung pengawet dan penyedap rasa. Kandungan lainnya sepert natrium pirofosfat, potasium klorida, dan kedelai yang terhidrolisis juga bisa sangat berbahaya jika dikonsumsi berlebihan.
Mengandung banyak natrium
Kandungan natrium yang tinggi pada makanan bisa menyebabkan berbagai penyakit berbahaya seperti hipertensi dan gagal ginjal. Apalagi, jika dikonsumsi berlebihan.
Batasi jumlah yang ingin dikonsumsi dan selalu perhatikan kandungan di dalamnya. Sehingga, kamu bisa mengonsumsinya dengan cara lebih aman untuk kesehatan.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym


5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?