7 Negara Pengembang Vaksin Covid-19, Ada yang Siap Produksi September Ini

Reporter : Ulyaeni Maulida
Selasa, 9 Juni 2020 17:48
7 Negara Pengembang Vaksin Covid-19, Ada yang Siap Produksi September Ini
Beberapa bahkan sudah masuk dalam tahap produksi.

Dream – Kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 telah mencapai angka tujuh juta kasus di seluruh dunia. Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan masing-masing negara untuk mengurangi penyebaran virus corona. Beberapa upaya telah menunjukkan hasil menggembirakan dengan berkurangnya pasien baru. 

Hingga saat ini berbagai penelitian dan percobaan terkait obat maupun vaksin covid-19 e=terus dikembangkan ilmuwah. Prosesnya dilakukan secepat mungkin agar hasil yang diinginkan segera tercapai.

Beberapa vaksin yang dikembangkan sudah ada yang masuk tahap pengujian klinis yang menunjukan hasil positif. Sementara beberapa negara lain nmengklaim telah mulai memasuki tahap produksi.

Berikut adalah tujug negara di dunia yang sedang dan telah mengembangkan vaksin Covid-19.

1 dari 7 halaman

Inggris

Inggris

Farmasi raksasa di Inggris, AstraZeneca, telah bekerja sama dengan Universitas Oxford untuk memproduksi prototipe vaksin. Hingga kini prototipe tersebut telah mencapai uji klinis. Setelah melewati berbagai proses penelitian, para peneliti mengatakan bahwa mereka siap memperkenalkan vaksin pada bulan September atau Oktober mendatang.

2 dari 7 halaman

Brasil

Brazil

Para peneliti dari Universita Oxford juga memulai produksi vaksin ChAdOx1 nCoV-19, setelah mendapat persetujuan untuk melakukan uji klinis di Brazil. Karena Brazil merupakan salah satu negara yang terkenda dampak covid-19 paling parah.

Para peneliti beramsusi bahwa pada bulan Agustus mendatang, mereka akan memiliki data terkait covid-19. Sehingga pada bulan September dapat diketahui tentang keefektifan vaksin tersebut.

3 dari 7 halaman

Jepang

Jepang

Jepang mengatakan bahwa para peneliti tengah bekerja sepanjang waktu untuk menguji vaksin covid-19. Proses produksi sedang berlangsung. Dan peluncuran vaksin untuk populasi dapat dimulai pada paruh waktu 2021.

Jepang juga mengumpulkan sumber daya dari negara lain. Untuk membantu mempercepat produksi dan pengembangan vaksin.

4 dari 7 halaman

Amerika Serikat

AS

Amerika Serikat telah mengalami lonjakan kasus covid-19 dalam beberapa bulan terakhir. AS mengatakan bahwa mereka telah memperoleh lebih dari dua juta dosis vaksin. Untuk mencegah penyebaran virus covid-19. Pemerintah setempat juga telah memilih lima perusahaan untuk membantu mempercepat produksi vaksin yang lebih efektif.

5 dari 7 halaman

Singapura

Singapura

Para peneliti di Singapura telah mempercepat proses pengembangan vaksin. Dan berharap akan memasuki tahap uji coba pada bulan depan.

Vaksin Singapura mirip dengan vaksin yang diproduksi oleh Moderna Inc. Dimana vaksin tersebut telah mendapat tanggapan positif pada fase pertama pengujiannya.

Meskipun sudah mempercepat proses pengembangan, Perdana Menteri Singapura mengatakan akan butuh waktu minimal satu tahun atau lebih hingga vaksin tersedia secara publik.

6 dari 7 halaman

China

China

China telah berhasil membuat lima prototipe vaksin covid-19. Bahkan ketika beberapa negara lain masih melakukan uji klinis, China telah memberikan vaksin pada orang-orang yang berisiko covid-19.

Kelima prototipe vaksin China telah memasuki tahap kedua percobaan. Dengan hasil pengujian yang sebagian besar positif. Salah satu vaksin yang paling di percaya adalah Sinovac Biotech.

7 dari 7 halaman

India

India

Salah satu perusahan pembuat vaksin terbesar di dunia, Serum Institute of India (SII) telah bekerja sama dengan University of Oxford. Dalam rangka meningkatkan uji coba dan pengembangan vaksin. Sehingga prototipe awal vaksin yang aman akan tersedia untuk negara-negara berkembang paling awal Oktober 2020.

Perusahaan swasta tersebut juga telah membuat kesepakatan dengan perusahaan biotek AS Codagenix untuk mengembangkan vaksin. Serta perusahaan biotek Austria, Themis Bioscience yang memodelkan vaksin berdasarkan strain virus campak.

 

 

(Sumber: timesofindia.indiatimes.com)

Beri Komentar