Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pisang (Shutterstock.com)
Dream - Buah sebaiknya selalu ada di meja makan, termasuk di tas dan meja kantor. Camilan sehat satu ini selalu bisa memunculkan rasa segar di mulut dan memenuhi kebutuhan vitamin bagi tubuh.
Tak heran kalau para dokter selalu menyarankan untuk mengonsumsi buah secara rutin. Sayangnya, 'simpanan' buah di rumah cenderung cepat rusak dan membusuk. Umur buah memang tak terlalu lama.
Oksidasi dan proses alami membuatnya matang, manis dan lalu membusuk. Rupanya kini ada cara praktis untuk menghambatnya busuknya buah sehingga bisa disimpan dan dinikmati lebih lama, yaitu menggunakan stiker yang disebut StixFresh.
Stiker ini, seperti dikutip dari Food Navigator Asia, dikembangkan oleh Zhafri Zainudin, seorang berkebangsaan Malaysia. Ia mengungkap kalau bersama timnya dari beberapa universitas di Malaysia telah mengembangkan stiker buah tersebut selama 4 tahun.

Stiker dilapisi dengan campuran natrium klorida dan lilin lebah, yang memperlambat proses pematangan buah dengan menghilangkan etilen.
Stiker ini diklaim menggunakan 100 persen bahan alami untuk menjaga agar buah tetap segar dan terasa segar hingga 14 hari atau lebih dan bahkan stikernya bisa dimakan.
Ide awalnya berasal dari masalah simpanan buah-buah yang cepat busuk. Dari sana, Zhafri mencoba untuk membuat sesuatu yang bisa memperlambat proses pembusukan buah.
Stixfresh ini bisa digunakan pada buah, sayur termasuk tanaman berakar, dan faktanya ini menurunkan kebusukan sampai 40% sampai 50%. Menarik, bukan?
Laporan: Tri Yuniwati Lestari
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya