Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream - Banyak orang mengira mulut dan gigi hanyalah alat untuk mengkonsumsi makanan dan minuman sebelum diserap tubuh. Namun ternyata, mulut menjadi gerbang utama masuknya banyak penyakit.
Rongga mulut yang tidak sehat atau kotor dapat menyebabkan kerusakan pada organ penting lainnya. Penyakit yang ditimbulkan oleh gigi dan mulut yang rusak disebut focal infection dental origin. Infeksi masuk lewat gigi dan mulut kemudian menjalar di organ lain.
Contohnya terkena stroke ringan dan kanker otak setelah giginya terinfeksi. Penyakit lain yang timbul berawal dari rongga mulut adalah sebagai berkut:
1. Penyakit Crohn (radang usus)
Gejala awal: termasuk lesi dan ulkus di mulut, terutama pada bagian dalam pipi dan bibir.
2. Diabetes
Gejala awal: Mengalami perdarahan terus-menerus di gusi (gingivitis), mulut kering (xerostomia), gigi longgar.
3. Canker sores (kanker mulut)
Gejala awal: lesi merah dan putih di mulut, terutama di lidah dan langit-langit mulut.
4. Anemia
Gejala awal: lapisan dalam mulut berubah sangat pucat dan kering.
5. Gerd atau gangguan pencernaan
Gejala awal: sariawan yang menyakitkan di mulut dan tak kunjung sembuh.

Sayangnya, sebagian besar orang masih belum memerhatikan kesehatan gigi dan mulut. Banyak yang tak pernah mengira bahwa penyakit lain yang mereka derita sebenarnya berasal dari kesehatan gigi dan mulut.
Selain itu, juga dikarenakan gejalanya diabaikan dan dianggap biasa. Alhasil, rongga mulut yang bermasalah menjadi penyakit yang terlambat disembuhkan.
Kita perlu menjaga kesehatan rongga mulut agar untuk mencegah sejumlah penyakit. Gigi yang sehat tak hanya rapi dan putih, tetapi juga harus didukung oleh gusi yang kuat serta akar dan tulang yang sehat.
Kondisi mulut yang sehat ditandai tanpa bau, tidak mengalami sariawan, atau tidak ada gusi berdarah, atau tidak adanya lubang pada gigi yang mengganggu.
Situasi tersebut hanya dapat dicapai jika kita merawatnya dengan menyikat gigi dua kali sehari, terutama setelah makan dan sebelum tidur. Ditambah dengan memeriksakan kesehatan gigi dan gusi ke dokter setiap enam bulan sekali.

Pasta gigi yang dipilih juga tak boleh sembarangan mesti bebas Sodium Lauryl Sulfate (SLS) atau detergen, penyebab perkembangbiakan bakteri dan kanker di mulut (canker sores). Selain itu, pasta gigi yang digunakan mesti mengandung enzim dan protein baik.
Kriteria tersebut ada pada pasta gigi Enzim, misalnya Enzim Classic Mild. Efektif untuk membantu mempercepat penyembuhan sariawan, mengurangi bau mulut dan mencegah terjadinya gigi berlubang.

Di semua variant produk pasta gigi enzim terdapat kandungan enzim amiloglucosidase, glucose oxidase dan lactoperoxidase. Ketiga komponen enzim tersebut akan berbaur dengan air ludah dan berperan dalam pembentukan hypothiocyanite. Hypothiocyaniteinilah yang berfungsi untuk menghambat perkembangbiakan bakteri.
Ayo jaga kesehatan tubuhmu dengan rajin menggosok gigi bersama pasta gigi Enzim Classic Mild.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari